Prayuth Jadi PM Thailand Baru

Pemimpin Junta militer Thailand, Prayuth Chan-ocha, Kamis (21/8/2014) menyatakan siap mengambil alih posisi sementara Perdana Menteri Thailand. Namun menurutnya tidak menutup kemungkinan adanya rencana kerja lain bila memang diperlukan.

Pernyataan tersebut dikeluarkan Prayuth, sesaat setelah keluarga kerajaan Thailand memberikan dukungan kepadanya. Prayuth juga diberikan kekuasaan untuk sesegera mungkin membentuk kabinet, yang berdasar dari Konsil Nasional untuk Perintah dan Perdamaian (NCPO), yang kini memerintah Thailand .

Sementara itu Badan Legislatif Nasional (NLA) Thailand , telah memutuskan mengangkat Prayuth sebagai Perdana Menteri (PM) Thailand pada Kamis pagi. Menurut juru bicara NLA tak ada kandidat lain yang dinominasikan untuk bersaing dengan Prayuth.

Daftar nama cabinet akan diajukan ke keluarga kerajaan Thailand , pada beberapa hari kedepan. Kesemuanya tergantung dari persetujuan yang diberikan Ketua NLA, Pornpetch Wichitcholchai.

Menurut garis haluan NCPO, pemerintah baru dibawah Prayuth itu akan bekerja hingga pemilihan umum, yang baru akan dilakukan tahun 2015 mendatang. Sementara daftar kabinet akan terus diperbaharui akhir tahun mendatang.

NLA memutuskan Prayuth sebagai PM Thailand ke 29 yang pernah ada. Dari pemilihan yang dilakukan, tercatat 191 dari 194 anggota NLA setuju Prayuth sebagai PM Thailand baru. Sementara itu ada tiga orang anggota NLA, termasuk Presiden NLA dan dua deputinya memilih abstain.

Prayuth sendiri memutuskan tak hadir pada saat pemilihan di NLA. Ia dilaporkan berada di luar ibukota Bangkok , untuk menghadiri peringatan berdirinya Resimen Infantri 21 Queen Guard.

Kemudian diharapkan PM terpilih segera menentukan 35 orang sebagai anggota kabinet baru. Pemerintahan baru diperkirakan bisa segera memerintah pada September 2014 ini.

Hasil itu sendiri tak banyak menimbulkan kejutan bagi banyak pihak. Seperti survey yang sebelumnya dilakukan, terlihat banyak dukungan agar Prayuth segera menjadi PM Thailand baru. Beberapa nama lain, seperti Abhisit Vejjajiva dari Partai Demokrat dan Barharn Silpa dan Partai Chartthaipattana juga diisukan akan segera menempati posisi baru di kabinet Prayuth.

Dilain pihak Deputi Sekretaris Jendral Partai Pheu Thai, Chavalit Wichayasut meminta secepatnya diadakan pengadilan untuk mengusut pengambilalihan pemerintahan yang dilakukan secara paksa oleh militer sejak Mei 2014 lalu. Menurutnya keputusan tersebut akan memperbaiki pandangan pihak luar negeri dan investor yang akan datang ke Thailand . (Xinhua/Bangkok Post/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s