Demonstran Hentikan Pembicaraan dengan Pemerintah Pakistan

Salah satu pemimpin demonstran di Pakistan , Imran Khan menyatakan menutup pembicaraan dengan pemerintah, sejak Kamis (21/8/2014). Ia baru hanya mau berbicara, setelah Perdana Mentri (PM) Nawaz Sharif mundur dari jabatannya.

Padahal, malam sebelumnya kedua pihak sempat bertemu untuk membicarakan masalah dan tuntutan yang diajukan demonstran. Pertemuan tersebut terjadi setelah jutaan demonstran dari penjuru Pakistan mengepung daerah zona merah di ibukota Pakistan , Islamabad . Zona itu sendiri diketahui sebagai pusat pemerintahan dan berbagai kedutaan besar negara asing berada.

Para pemrotes mengatakan PM Sharif menjadi pemimpin setelah melalui pemilihan umum yang dianggap curang. Sementara parlemen Pakistan , sudah menyatakan kalau tindakan para demonstran tersebut merupakan aksi inkonstitusional.

Demonstran yang mengepung pusat kota , terdiri dari dua kelompok. Pemimpin kelompok yang lain, Tahir Ul Qadri, dari partai PAT juga meminta PM Nawaz Sharif mundur. Menurutnya PM Sharif menjadi pemimpin dari permainan pemilih, dan membohongi publik.

Menurut Khan, mereka sudah memberikan enam tuntutan kepada pemerintah Pakistan saat ini. Salah satu tuntutan merupakan permintaan agar PM Nawaz Sharif mundur dari jabatannya. Namun menurut Khan, pemerintah menolak permintaan tersebut karena tak ada dasar hukumnya.

Demonstrasi sudah terjadi di Pakistan sejak peringatan kemerdekaan, 14 Agustus lalu. Dua kelompok massa datang dari dua arah berbeda diluar kota . Mereka menempuh hingga ratusan kilometer, hingga akhirnya tiba di Islamabad Selasa kemarin.

Pemerintah sudah mencoba memblokade arus massa dengan menutup jalan menggunakan kontainer berisi tanah. Tapi halangan tersebut dapat disingkirkan dengan menggunakan alat-alat berat yang didatangkan massa tersebut.

Awalnya massa demonstran tidak akan menghampiri wilayah zona merah, bila PM Nawaz Sharif memutuskan mundur sebelumnya. Namun karena belum ada kesepakatan, maka mereka kini mengepung kawasan zona merah tersebut.

Tentara kini terlihat menjaga disekitar kawasan zona merah. Mereka juga mencoba menurunkan tensi demonstran, dan memberikan kesempatan kedua pihak untuk membicarakan masalah tersebut.

Pemerintahan PM Nawaz Sharif menyatakan tindakan para pemrotes telah menyalahi demokrasi itu sendiri. Sementara kedua pemimpin kelompok demonstran disebut melakukan tindakan inkonstitusional.

Meskipun kedua kelompok meminta PM Sharif untuk mundur, sebenarnya kedua kelompok itu tak melakukan aliansi satu sama lain. Bila satu kelompok mencapai kesepakatan dengan pemerintah, maka kelompok yang lain akan mendapatkan posisi yang lemah. Sejauh ini protes berlangsung dengan damai, namun krisis ditakutkan bisa terjadi bila militer tak mampu meredamkan aksi massa yang makin tak sabar. (Xinhua/slg)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s