Demonstran Pakistan Masuki Pusat Kota

Gerakan massa anti pemerintah Pakistan, Rabu (20/8/2014) terus bergerak memasuki zona merah di pusat kota . Pemerintah Pakistan mengisyarakatkan berlakunya sistem darurat nasional, dan menyerahkan kebijakan keamanan kepada pihak militer.

Menurut informasi yang beredar, para demonstran berhasil memindahkan blokade di garis batas kota Islamabad . Mereka menggunakan traktor dan katrol untuk memindahkan kontainer yang menghalangi jalanan.

Menteri Dalam Negeri Pakistan , Chaudry Nisar mengatakan kalau pemerintah telah memutuskan memindahkan sistem keamanan pusat kota Islamabad kepada pihak militer.

“Kami masih beranggapan kalau para demonstran telah melangkahi proses demokrasi. Mereka telah ditawarkan ajakan untuk merundingkan masalah yang ada, tapi justru menolaknya,” kata Chaudry.

Para demonstran yang terdiri dari dua kelompok besar, tetap meminta pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif lantaran dianggap melakukan kecurangan saat Pemilihan Umum (Pemilu) 2013 lalu. Selain itu pemerintah dianggap lalai dalam memberikan fasilitas umum kepada masyarakat, seperti buruknya perekonomian,  tumbuhnya militansi dan kurangnya pasokan listrik.

Imran Khan, salah seorang pemimpin demonstrasi mengatakan tak akan berkompromi dengan pemerintah, sebelum PM Nawaz Sharif mengundurkan diri. Pemimpin dari partai Pakistan Tehreek-i-Insaaf (PTI) itu bahkan memutuskan menolak kursi 342 kursi yang mereka dapatkan di pemerintahan saat ini.

“Kami meminta PM Nawaz Sharif untuk mundur, dan membuktikan janjinya untuk sebuah pemerintahan baru,” isi pernyataan Khan sebelumnya.

Sementara itu pemimpin kelompok yang lain, Tahir Ul Qadri juga telah membawa gelombang demonstran ke Islamabad dari arah yang lain. Qadri yang merupakan ulama kondang menyatakan kalau PM Nawas Sharif merupakan koruptor yang harus dijatuhkan.

Ia juga menolak bila dikaitkan memiliki hubungan dengan pihak militer Pakistan . Sebab diisukan ia telah menjadi kaki tangan militer, untuk menjatuhkan pemerintah berkuasa.

“saya tak pernah melakukan kontak dengan pihak militer, dan saya juga tidak pernah bertemu dengan kepala ISI (Biro Intelejen Pakistan – red) atau Jendral yang lain. saya tak pernah berbicara dengan mereka dengan telepon selama hidup saya,” ucap Qadri.

Qadri tetap bersikukuh perjuangannya murni untuk demokrasi sebenarnya. Dimana demokrasi tersebut memiliki nilai respon tinggi, akuntabel dan transparan.

“Kami ingin demokrasi seperti yang ada di Amerika, Inggris, Kanada dan Uni Eropa. Kenapa manusia tidak bisa mendapatkan demokrasi itu di kultur, norma dan nilai yang berbeda dengan yang ada di barat?” ujarnya.

Melihat gelombang demonstran yang makin memanas tersebut, PM Nawaz Sharif meminta kepada pihak militer agar tak terlalu menunjukan kekuatan bersenjata. Ia juga meminta agar pihak militer memisahkan demonstran yang berusia anak-anak dan perempuan. (Xinhua/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s