Rusia Ancam Jepang Dukung Sanksi

Pelatihan militer yang dilakukan Rusia di timur wilayahnya, mengindikasikan ancaman terhadap Jepang jika mendukung sanksi seperti yang dilakukan Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS). Jepang juga harus berpikir ulang terhadap wilayahnya di bagian utara, yang berbatasan dengan Rusia.

Pelatihan perang oleh Rusia dilakukan mulai Selasa (19/8/2014), hingga akhir bulan. Sekitar 100 mesin militer dan helikopter penyerbu akan diturunkan, menurut Kementerian Pertahanan Rusia. Namun mereka menyembunyikan lokasi latihan tersebut.

Wilayah utara Jepang, daerah Hokkaido berbatasan dengan wilayah Rusia yang disebut Semenanjung Kamchatka. Jepang memiliki empat pulau kecil didaerah tersebut, yang disebut Teritori Utara.

Menurut Perdana Menteri (PM) Jepang, Shinzo Abe, kegiatan latihan perang di daerah itu terakhir terjadi pada empat tahun silam.

“Kami total tak dapat menerima bila benar Rusia melakukan latihan perang menyangkut wilayah utara Jepang,” kata Abe.

Meningkatnya tensi antara Jepang dan Rusia, terkait dengan dukungan Jepang atas sanksi yang diberikan UE dan AS kepada Rusia, mengenai masalah Ukrainia. Meskipun Jepang telah melakukan pendekatan diplomatik untuk meredakan ketegagan, namun terlihat gagal dengan adanya pelatihan perang itu. Rusia terindikasi mengadakan latihan untuk mengancam Jepang, terkait keputusan mendukung sanksi tersebut.

Rusia sendiri menyatakan ketidaksenangan pada keputusan Jepang, mendukung sanksi pada akhir minggu lalu. Mereka memberlakukan pembekuan seluruh asset milik Rusia di Jepang, dan menunda pembicaraan mengenai wilayah teritori utara.

Dmitry Streltsov, dari Institut Hubungan Internasional Moscow mengatakan kondisi tersebut bisa menjadi isu yang menyebabkan Rusia melebarkan sayap ke Jepang.

“Namun bila dibandingkan dengan negara barat yang bergantung pada gas alam Rusia, Jepang sebenarnya hanya bergantung sedikit secara ekonomi,” kata Dmitry.

Menurut Dmitry keputusan Jepang tak bisa disalahkan sepenuhnya. Ia menyadari adanya tekanan dari pihak AS, agar Jepang mendukung sanksi tersebut. Namun menurutnya Jepang tak akan berjanji lebih banyak, hanya karena merupakan sekutu AS. Tampaknya Jepang tak akan terperosok lebih dalam, hanya karena kasus Ukrainia itu.

Karena keputusan Jepang itu juga, jadwal kunjungan Presiden Rusia, Vladimir Putin ke Jepang pada tahun ini terancam gagal. Padahal pihak Jepang berharap dengan adanya kunjungan tersebut, akan tercipta momentum untuk menyelesaikan konflik perbatasan diantara mereka. 

“Rusia masih memiliki harapan tinggi agar PM Abe bisa mengambil keputusan luar negeri Jepang dengan merdeka,” kata Menteri Luar Negeri Jepang, Fumio Kishida.

Mungkin juga karena sanksi dari Jepang terhitung ringan, maka Rusia tidak memberlakukan larangan impor makanan kepada Jepang, seperti yang mereka lakukan terhadap UE dan AS. (Nikkei Asian Review/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s