Demonstran Pro Pemerintah Hongkong Beraksi

Ratusan ribu orang berkumpul di pusat kota Hongkong, Minggu (17/8/2014). Aksi mereka ditujukan untuk perdamaian dan proses pemilihan umum (pemilu) yang netral, dan menolak aksi ‘Okupasi Pusat’ yang didengungkan kelompok anti pemerintah.

“Kami ingin dunia tahu kalau kami menginginkan perdamaian, kami ingin demokrasi, tapi tolong jangan rusak kami, jangan jadikan tempat ini sebagai lokasi kekerasan,” ujar Robert Chow, dari kelompok Aliansi Damai dan Demokrasi (APD).

Para demonstran berkumpul di Victoria Park, pada pukul 01:30 waktu setempat dan berakhir pada pukul 06:30. Menurut kepolisian setempat, warga yang hadir pada kegiatan tersebut mencapai 110.000 orang.

Cao, salah seorang pekerja kesehatan yang ikut berdemonstrasi mengatakan ia mewakili kalangan yang selama ini banyak diam di Hongkong. Sejauh yang ia tahu, mayoritas penduduk Hongkong sekarang akan terdampak, bila benar aksi Okupasi Pusat jadi dilaksanakan.

“Jika aksi Okupasi Pusat benar terjadi, bagaimana dokter bisa menyelamatkan nyawa diantara situasi yang kacau?” kata Cao mengungkapkan perhatian.

“Untuk anak-anak dan kerabat kami yang sedang dalam keadaan dami dan sejahtera, saya berharap Hongkong tetap akan seperti itu,” tambahnya.

Demonstran lain bernama Chen mengungkapkan keinginan perusahaan, agar turut mendukung kegiatan tersebut. Katanya sebagai pengusaha, ia tak ingin lingkungan bisnis yang dikelola menjadi rusak.

“Aksi Okupasi Pusat pasti akan berdampak pada kondisi damai dan stabilitas yang ada di Hongkong sekarang. Karena kemungkinan itu kami melakukan aksi boikot terhadap niat itu sekarang,” ujar Chen.

Demonstrasi itu sendiri dianggap berbagai pihak, sebagai balasan terhadap aksi demonstrasi serupa yang anti pemerintah, 1 Juli lalu. Para aktivis pada saat itu mengancam akan melakukan aksi Okupasi Pusat, bila keinginan mereka tak dipenuhi. Mereka menginginkan adanya hak penuh untuk memilih pemimpin mereka, tak seperti kondisi sekarang yang dianggap penuh dengan campur tangan pemerintah pusat di Tiongkok.

Johnson Yeung, aktivis anti pemerintah yang turut juga dalam demonstrasi Juli 2014 lalu bilang kalau kejadian akhir minggu ini juga merupakan sejarah tersendiri.

“Untuk yang pertama kali sejak Tiongkok kembali mengambil alih Hongkong dari Inggris, tahun 1997 lalu, pemerintah berhasil mengorganisasi massa sebanyak ini,” kata Johnson.

Menurutnya aksi tersebut menunjukan betapa seriusnya pemerintah berkomitmen untuk melawan aksi Okupasi Pusat. Serta menjelaskan kalau jalan tengah dari masalah ini belum juga didapatkan.

Menurut keterangan yang disebarkan pemerintah Hongkong, aksi tersebut merupakan hak warga negara. Mereka berhak mengeluarkan aspirasi, asalkan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu pemerintah Hongkong juga menyebutkan, kalau pemilu baru bisa dilaksanakan pada tahun 2017 nanti. (Xinhua/AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s