Rusuh Akibat Demonstran Pakistan Ditimpuki Batu

Kerusuhan meletus di Pakistan, setelah gelombang demonstran yang akan menuju ibukota Islamabad ditimpuki batu. Meskipun mobilnya juga sempat ditimpuki, pemimpin demonstran, Imran Khan mengatakan ia sehat-sehat saja, Jumat (15/8/2014).

Konvoi demonstran ditimpuki batu didaerah Gujranwala . Mereka akan menuju pusat kota , untuk meminta pemilihan umum ulang, dan menuntut Perdana Menteri (PM) Nawaz Sharif untuk mundur dari jabatannya.

Menurut informasi kerumunan massa demonstran sempat panik, ketika mereka tiba-tiba ditimpuki. Beberapa orang kemudian terluka, sementara yang lain mencari perlindungan dan mencoba melawan. Menurut saksi mata ratusan polisi kemudian dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian, tapi tak berhasil mencegah kerusuhan.

Imran Khan mengatakan kejadian tersebut tak akan menyurutkan langkah mereka, untuk tetap menuju Islamabad dan meminta penggantian pemerintahan. Ia meminta kepada para pendukungnya agar tak terjebak dalam kekerasan yang disengaja.

“Saya tetap akan ke Islamabad dan memastikan semua dari kita bisa merdeka,” katanya.

Selain gelombang demonstran dari kelompok Imran Khan, ada gelombang demonstran lain yang sama menuju pusat kota . Kelompok kedua berasal dari kepemimpinan ulama anti pemerintah, Tahir Ul Qadri.

Qadri, mulanya berbasis di Kanada. Kemudian pulang ke Pakistan pada bulan Juni 2014 lalu. Ia segera meraih perhatian ketika mengambil alih pimpinan partai Pakistan Awami Tehreek (PAT). Salah satu penyataan Qadri yang paling diperhatikan merupakan tuduhan kepada PM Nawaz Sharif sebagai koruptor.

“Saya akan memimpin perjuangan damai melawan Nawaz Sharif, yang telah gagal menyelesaikan masalah mendasar seperti pengangguran dan krisis listrik,” kata Qodri.

Kedua kelompok kecewa dengan kinerja pemerintah yang ada saat ini. Dimana ekonomi menurun, militansi meningkat, dan kurangnya fasilitas umum seperti listrik.

PM Nawaz Sharif, pada peringatan hari kemerdekaan Pakistan , 14 Agustus sebelumnya mengatakan demonstran telah melanggar kehendak demokrasi. Sebab tuduhan kecurangan pada pemilu tahun 2013 lalu, telah disepakati akan diproses dalam sidang tertinggi Pakistan .

Menurut Sharif kini mereka akan menjalan aturan yang menyebutkan otoritas bisa membubarkan segala bentuk pertemuan berjumlah lima orang atau lebih, termasuk juga demonstrasi di ruang publik.

Pakistan terus mengalami krisis nasional, terutama untuk urusan kampanye militer melawan separatis di bagian barat laut. Perang saudara membuat 500.000 orang harus mengungsi, termasuk 180.000 anak-anak didalamnya. Daerah Waziristan mengalami dampak terparah dari krisis tersebut.

Di kota Pakistan sendiri jalan tol tampak diblokade dengan kontainer-kontainer berisi tanah. Sementara akses telekomunikasi diputus secara sepihak oleh pihak pemerintah. Dipercaya gelombang demonstrasi ini yang paling serius yang harus diperhatikan PM Nawaz Sharif. (BBC/AP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s