Demonstrasi Warnai Hari Kemerdekaan Pakistan

Dua gelombang demonstran anti pemerintah berjumlah ribuan orang, Kamis (14/8/2014) mulai berkonvoi dari Lahore ke ibukota Pakistan, Islamabad. Mereka meminta pemilihan umum ulang, dan berkehendak menurunkan Perdana Mentri (PM) Pakistan, Nawaz Sharif.

Demonstran diketahui berasal dari dua kelompok. Satu kelompok dipimpin oleh politikus oposisi Pakistan yang dulunya atlit kriket, Imran Khan. Kelompok yang lain dipimpin oleh profil anti pemerintah, Tahirul Qadri.

Setidaknya kedua kelompok tersebut telah melakukan konvoi sejauh 350 kilometer (km). Konvoi berisi barisan manusia, mobil, truk, sepeda motor dan jip. Mereka berharap akan mencapai Islamabad , paling lambat pada Jumat pagi.

“Kami meminta PM Nawaz Sharif untuk mundur, dan membuktikan janjinya untuk sebuah pemerintahan baru,” isi pernyataan Khan.

Sementara Qadri, mulanya berbasis di Kanada. Kemudian pulang ke Pakistan pada bulan Juni 2014 lalu. Ia segera meraih perhatian ketika mengambil alih pimpinan partai Pakistan Awami Tehreek (PAT). Salah satu penyataan Qadri yang paling diperhatikan merupakan tuduhan kepada PM Nawaz Sharif sebagai koruptor.

“Saya akan memimpin perjuangan damai melawan Nawaz Sharif, yang telah gagal menyelesaikan masalah mendasar seperti pengangguran dan krisis listrik,” kata Qodri.

Kedua kelompok kecewa dengan kinerja pemerintah yang ada saat ini. Dimana ekonomi menurun, militansi meningkat, dan kurangnya fasilitas umum seperti listrik.

Kedua gelombang demonstran itu bersepakat untuk bertemu di titik Islamabad Zero Point. Berada di timur pusat kota dan jauh dari pemukiman serta pusat niaga. Daerah itu juga jauh dari kedutaan besar dan kantor pemerintah.

 

Kemerdekaan Pakistan

Pada hari yang sama, pemerintah Pakistan juga merayakan hari kemerdekaan ke 68. Perayaan kemerdekaan dimulai dengan tembakan sebanyak 31 kali, di ibukota Islamabad . Serta tembakan 21 kali di empat provinsi Pakistan , Karachi , Lahore , Quetta dan Peshawar .

Perayaan itu memperingati pemisahan kaum muslim, dibagian barat dan timur dari negara India tahun 1947 lalu. Presiden Pakistan , Mamnoon Hussain dan PM Nawaz Sharif juga masih terlihat ikut memperingati hari kemerdekaan tersebut.

Pemerintah menjawab gelombang demonstran dengan memblokir jalur-jalur masuk ke Islamabad . Terlihat kontainer ditaruh melintang jalan tol, untuk menghalangi laju demonstran.

Selain itu, akses telekomunikasi telepon genggam juga dinon aktifkan secara sepihak oleh pemerintah. Menurut Sharif, demonstran telah melanggar kehendak demokrasi. Sebab tuduhan kecurangan pada pemilu tahun 2013 lalu, telah disepakati akan diproses dalam sidang tertinggi Pakistan .

Menurut Sharif kini mereka akan menjalan aturan yang menyebutkan otoritas bisa membubarkan segala bentuk pertemuan berjumlah lima orang atau lebih, termasuk juga demonstrasi di ruang publik.

Pakistan terus mengalami krisis nasional, terutama untuk urusan kampanye militer melawan separatis di bagian barat laut. Perang saudara membuat 500.000 orang harus mengungsi, termasuk 180.000 anak-anak didalamnya. Daerah Waziristan mengalami dampak terparah dari krisis tersebut. (BBC/CNN/Xinhua/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s