Uni Eropa Hitung Kerugian Embargo Rusia

Uni Eropa (UE) pada Senin (11/8/2014) mulai menganalisa dampak dari pelarangan impor makanan ke Rusia. Meskipun belum yakin berapa jumlah kerugian yang timbul, namun UE memperkirakan setidaknya US$ 668,48 juta akan digelontorkan, untuk membantu produsen makanan yang terbengkalai.

“Kami masih merasa terlalu cepat untuk mendiskusikan berapa jumlah kerugian,” kata Roger Waite, juru bicara dari Komisi Eksekutif UE.

Menurut Roger mereka sekarang sedang mendata ulang, produk-produk makanan apa saja yang terkena akibat dari pelarangan tersebut.

“Semoga kamis nanti, kami sudah dalam posisi jelas mengenai dampak pelarangan itu, dan akan membicarakan hal itu dengan anggota Uni Eropa yang lain,” tambah Roger.

Sementara itu Komisi Pertanian Eropa secara mendadak melakukan pembicaraan akhir minggu lalu. Para staf senior yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan telah menyiapkan gugus tugas baru untuk masalah ini. Gugus tugas itu akan bekerja untuk mencari pasar baru, dan menganalisa dampak-dampak pelarangan impor makanan UE ke Rusia.

Menteri Pertanian Austria , Andrae Rupprechter mengatakan akibat dari larangan tersebut, maka produk daging babi mereka bisa menurun penjualannya. Namun mereka berencana membuka pasar ke Asia, Timur Tengah dan Afrika Utara.

“Keputusan para pemimpin untuk memberikan sanksi kepada Rusia, sangat kami hormati, tapi kita juga harus ingat konsekuensinya dan tidak meninggalkan siapa saja yang terdampak dari keputusan tersebut,” kata Andrae.

Sebelumnya beberapa negara di Eropa memberikan respon negative dari larangan yang dikeluarkan Rusia tersebut. Nelayan dari Skotlandia merasa kebijakan larangan impor ke Rusia itu, bisa mengganggu produk makanan ikan dari negara mereka. Rusia merupakan pasar terbesar Skotlandia, untuk produk ikan baring dan tenggiri. Nilai ekspor ikan dari Skotlandia ke Rusia bernilai hingga 89 juta pound sterling, pada tahun 2010.

Sementara dari Irlandia Utara dikabarkan kebijakan larangan impor makanan ke Rusia, bisa mengganggu kegiatan ekspor makanan jadi mereka. Salahsatunya produk susu.

Michael Bell, Direktur Eksekutif Asosiasi Makanan dan Minuman Irlandia Utara mengatakan nilai kerugian akibat larangan tersebut bisa mencapai 3 milyar pound sterling.

Tak hanya Irlandia, produk keju di Inggris juga telah menahan pengiriman produk ekspor mereka ke Rusia, karena larangan tersebut. Kini setidaknya produk keju bernilai 30.000 poundsterling, teronggok digudang menunggu untuk dikirimkan ke Rusia.

Produk keju yang kini tertahan termasuk keluaran perusahaan Cheddar, Cheshire , Double Gloucester, Red Leicester dan Wensleydale.

Bulan lalu UE menyetujui sanksi untuk Rusia, lantaran menganeksasi Crimea dan menyeponsori pemberontak di Ukrainia. Pihak Rusia kemudian membalas dengan mengeluarkan larangan impor makanan dari UE dan Amerika Serikat (AS). Berbagai bahan makanan termasuk dalam larangan tersebut seperti daging, ikan, buah dan sayuran dari AS, UE, Kanada , Australia dan Norwegia. ( Asia One/Reuters/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s