Banjir India Tewaskan 45 Orang

Banjir kembali menerjang kawasan timur India . Sampai Senin (11/8/2014) ada 45 orang tewas, dan membuat 300.000 mengungsi akibat bencana itu.

“Masih ada sekitar 300 – 400 warga yang terjebak, dengan jumlah yang dievakuasi mencapai 310.000 orang,” kata Pravat Ranjan Mohapatra, Komisioner Penanggulangan Bencana India .

Lebih jauh Mohapatra mengatakan ada 45 orang tewas, dan mengakibatkan jumlah kerugian total melanda sampai 3,3 juta orang disekitar sungai.

“Departemen Meteorologi India memprediksi cuaca akan membaik beberapa minggu ke depan. Semoga situasi segera kembali normal beberapa hari ke depan,” kata Mohapatra.

Dalam gambar-gambar yang ditampilkan televisi lokal, terlihat beberapa ibu dan anaknya berada di truk untuk mengungsi. Beberapa amsih terjebak di tengah-tengah banjir, sementara ada juga yang membangun tenda-tenda dipinggir sungai yang lebih tinggi. Daerah yang terdampak paling tinggi, merupakan sungai Mahanadi dan Baitarani, yang mulai meluap dari akhir minggu lalu.

“Banjir tiba-tiba masuk ke dalam rumah kami,” kata seorang pengungsi kepada kantor berita Reuters. “Kami berusaha untuk menyelamatkan harta benda, tapi tak bisa. Akhirnya kami lari ke daerah yang lebih aman. sekarang masalahnya kami tak memiliki makanan dan berlindung,” ujar pengungsi tersebut.

Madhusudhan Das, pegawai pemerintah lokal mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan. Bantuan berupa buah kering dan peralatan evakuasi sedang diusahakan,” ujarnya.

“Juga sudah diatur untuk pengadaan dapur umum untuk para pengungsi. Kami akan membagikan tiket makanan gratis untuk pengungsi,” tambahnya.

Selain itu pemerintah juga akan membuat asistensi perbaikan rumah paska bencana. Mengingat bencana tersebut membuat banyak rumah menjadi rusak. Diusahakan dana bencana akan segera mengucur, dan program asistensi perbaikan rumah bisa segera dimulai.

Sejauh ini ada 13 distrik di India yang terdampak bencana tersebut. Distrik Ganjam mengalami dampak terberat, dimana 85.000 penduduknya harus dievakuasi.

“Situasi di Ganjam sekarang masih tak layak huni, keseluruhan delta yang sebelumnya ditempati benar-benar telah tenggelam lumpur,” urai pengumpul data Distrik Guntur, Suresh Kumar lagi.

“Semua penampang alam kelebihan air, situasi bisa bertambah parah kalau hujan terus menerus turun seperti ini,” katanya.

India mengalami musim hujan monsoon mulai dari Juni hingga September 2014 ini. Dimana kejadian tersebut akan berdampak pada pertanian di India. Selain pertanian, penyebaran penyakit diare diperkirakan akan berkembang luas, paska banjir usai. (CNA/Reuters/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s