Perancis Serang Militan Islam Mali

Pasukan Perancis mengebom lokasi prajurit militan Islam di utara Mali , Minggu (10/8/2014). Setidaknya empat bom dijatuhkan di daerah Esssakane, bagian barat dari kota Timbuktu .

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan militant Islam yang merupakan jaringan Al-Qaeda, telah melakukan aksi aktif di area tersebut. Bulan lalu bandara Timbuktu dihujani roket serangan militan Islam tersebut.

Perancis telah berada di Mali , sejak Januari tahun lalu. Mereka berusaha mengendalikan jaringan Al-Qaeda yang mengambil alih bagian utara negara itu. Dipercaya etnis Tuareg dan militan Islam Al-Qaeda bergabung untuk menguasai daerah utara Mali . Pemberontak dari suuku Tuareg telah menjanjikan gencatan senjata dengan pemerintah Mali pada bulan Mei 2014 lalu. Dan keduanya juga telah melakukan perundingan damai di Aljazair setelahnya.

Sebelumnya awal bulan lalu, pemerintah Perancis mengumumkan akan membuat grup pasukan baru, untuk menyerang militan Islam di Afrika. Salah satu tujuan mereka adalah melindungi dataran tinggi Sahel , yang menjadi lokasi kilang minyak Perancis di Afrika.

Menurut rencana Perancis akan menambah 3.000 pasukan. Grup tersebut juga akan dibantu dengan enam pesawat jet tempur, 20 helikopter, dan tiga buah pesawat tanpa awak. Keseluruhan tim akan disebar dari utara Mali , Niger dan Chad .

Keterlibatan militer lokal juga disertakan, tercatat militer dari Burkina Faso dan Mauritania juga ambil bagian.

“Tujuannya mengganggu jalur permanen militan Islam, yang sekarang aktif diantara Libya dan Lautan Atlantik. Kalau terus didiamkan maka bisa mengakibatkan konsekuensi serius bagi keamanan negara,” ujar Menteri Pertahanan Perancis, Jean Yves Le Drian.

Menurut keterangan, pasukan tersebut akan beroperasi setidaknya selama 18 bulan. Presiden Perancis, Francois Hollande berharap peresmian program ini akan bisa dilakukan secepatnya. Selain itu Hollande juga mengatakan kalau pengiriman pasukan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ia telah melihat sendiri kondisi di ibukota Chad , N’Djamena.

Menurut rencana markas induk pasukan baru tersebut juga akan didirikan di Chad. Perlu waktu beberapa bulan ke depan untuk memastikan pos induk militer itu bisa berdiri. Langkah ini sendiri memastikan campur tangan Perancis dengan berbagai negara di Afrika. (AFP/BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s