Eropa Respon Negatif Larangan Impor Makanan ke Rusia

Berbagai negara di Eropa menunjukan respon negatif, menyusul larangan impor makanan yang dikeluarkan Rusia, Jumat (9/8/2014). Tak hanya itu, bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) juga turut tertekan, akibat kebijakan tersebut.

Nelayan dari Skotlandia merasa kebijakan larangan impor ke Rusia itu, bisa mengganggu produk makanan ikan dari negara mereka. Rusia merupakan pasar terbesar Skotlandia, untuk produk ikan baring dan tenggiri. Nilai ekspor ikan dari Skotlandia ke Rusia bernilai hingga 89 juta poundsterling, pada tahun 2010.

Bertie Amstrong, dari Federasi Nelayan Skotlandia menyatakan perlu perhatian ekstrem untuk masalah ini.

“Rusia merupakan pasar ekspor sangat penting untuk ikan tenggiri skotlandia, dan pemutusan akses akan berakibat sangat serius, bagi nelayan dan sektor produksi hilirnya,” kata Bertie.

Menurut Bertie , ia sangat mengerti pada isu geopolitik dibalik keputusan pelarangan itu. Kemudian juga mengungkapkan akan tetap membuka hubungan dengan pemerintahnya, serta pihak Inggris untuk memonitor perkembangan situasi. Selain berencana juga untuk melakukan diskusi dengan para pelaku sektor makanan laut, mengenai apa yang mereka butuhkan untuk mengatasi situasi tersebut.

Sementara dari Irlandia Utara dikabarkan kebijakan larangan impor makanan ke Rusia, bisa mengganggu kegiatan ekspor makanan jadi mereka. Salahsatunya produk susu.

Michael Bell, Direktur Eksekutif Asosiasi Makanan dan Minuman Irlandia Utara mengatakan nilai kerugian akibat larangan tersebut bisa mencapai 3 milyar poundsterling.

“Tampaknya produk makanan jadi akan terdampak paling dahulu, kemudian baru susu,” kata Bell .

Menurut data 80 persen produk susu Irlandia Utara, dikirimkan ke luar negeri dan sebagian dikirim ke Rusia. Sementara produk makanan jadi merupakan produk ekspor Irlandia Utara yang terbesar dikirim ke Rusia.

Tak hanya Irlandia, produk keju di Inggris juga telah menahan pengiriman produk ekspor mereka ke Rusia, karena larangan tersebut. Kini setidaknya produk keju bernilai 30.000 poundsterling, teronggok digudang menunggu untuk dikirimkan ke Rusia.

Produk keju yang kini tertahan termasuk keluaran perusahaan Cheddar, Cheshire , Double Gloucester, Red Leicester dan Wensleydale.

Justin Beckett, Direktur dari Belton Chesee, yang berbasis di Whitchruch bilang kalau Rusia adalah pasar menarik bagi mereka. Tapi berita mengenai larangan impor ke negara tersebut sangat mengecewakan. Sebab setidaknya hingga kini sudah tiga tahun ada kerjasama impor ke negara Rusia.

“Mereka sebenarnya sudah terbiasa dengan barang-barang dari Eropa, tapi tak akan bergeming dari keputusannya, mereka akan menggantikannya dengan barang-barang dan makanan lain dari Rusia sendiri,” ujar Justin.

Ia bilang susu dari Finlandia dan keju dari Perancis sudah sangat biasa di supermarket Rusia. Namun kebijakan tersebut akan membuka pasar baru bagi produk domestik Rusia.

Di AS, bursa saham Wall Street menunjukan adanya tekanan pada pasar, karena adanya ketegangan antara Rusia dan pihak Barat.

“Kita menerima pemasukan bagus, tapi tak cukup mampu untuk menahan isu geopolitik,” kata Drew Wilson, analis dari Fenimore Asset Management.

Sebelumnya Rusia mengeluarkan larangan impor makanan dari Uni Eropa. Kebijakan larangan impor yang diumumkan Kamis (7/8), disebut sebagai respon terhadap sanksi yang diberikan UE kepada Rusia, karena masalah Ukrainia. (BBC/AFP/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s