Rusia Embargo Makanan Impor Uni Eropa

Rusia berencana memberlakukan embargo penuh pada makanan impor dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara barat lain. Rencana embargo yang diumumkan Kamis (7/8/2014), disebut sebagai respon terhadap sangsi yang diberikan UE kepada Rusia, karena masalah Ukrainia.

Perdana Mentri Dmitry Medvedev menyatakan embargo termasuk pada impor jenis buah-buahan, sayuran, daging, ikan, susu, dan kebutuhan harian lain. Akibat embargo impor tersebut negara seperti Australia , Kanada, dan Norwegia juga akan terkena imbasnya.

Akibat embargo ini, jelas akan mempengaruhi angka penjualan prosuk berbagai negara ke Rusia. Dari data ekspor makanan UE ke Rusia tahun 2013 lalu, bernilai hingga US$ 15,8 milyar. Sementara AS terancam kerugian sampai US$ 1,3 milyar. Pasar Rusia terhitung besar untuk UE, tercatat mencapai 10 persen dari total ekspor UE. Baru kemudian menyusul AS sebesar 13 persen.

Menanggapi hal itu Komisi Eropa mengatakan keputusan embargo Rusia jelas terkait dengan situasi politik yang kini memanas di daerah itu. Banyak pemerintah di barat menuduh Rusia sebagai biang kerusuhan di Ukrainia. Rusia disebut sebagai pemasok senjata dan orang-orang untuk menghidupkan kaum pemberontak pro Rusia di Ukrainia.

Juru bicara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Anders Fogh Rasmussen yang berbicara di Kiev sehari sebelumnya, meminta kepada Rusia untuk menghentikan dukungan kepada kaum separatis Ukrainia.

“Rusia jangan menggunakan kata-kata penjaga perdamaian sebagai alasan untuk membuat perang,” kata Rasmussen.

Bulan lalu UE dan AS mulai memberlakukan sangsi bagi Rusia. Sangsi yang termasuk dalam kesepakatan Brussel tersebut jelas akan membatasi Rusia pada sektor kunci ekonomi, dan juga secara individual.

Sangsi tersebut menyusul jatuhnya pesawat MH17, yang dipercaya ditembak jatuh oleh pemberontak Ukrainia, yang pro Rusia. Jatuhnya pesawat yang menewaskan 298 orang itu, membuat hubungan Rusia dan dunia barat menjadi makin menegang.

Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin mengumumkan pada hari Rabu kalau Rusia akan berusaha untuk melawan keputusan UE itu. Menurutnya sangsi tidak akan berhasil, jikalau embargo impor makanan ke Rusia akan dijalankan.

Namun Putin menjelaskan kalau embargo tidak berlaku untuk makanan bayi, yang diimpor ke Rusia. Makanan untuk satwa juga tidak diembargo.

Pihak Rusia menyatakan embargo makanan tersebtu tidak akan membuat stok pasar akan berkurang. Sebab masih banyak alternatif penyedia makanan dari Amerika Selatan, Turki dan Tiongkok.

Menurut informasi yang ada pengimpor makanan ke Rusia tak hanya dari EU dan AS. Negara seperti Belarus , Brazil , Ukrainia, Jerman dan Turki juga mengimpor produk makanan mereka ke Rusia.

Pada tahun 2013, produk makanan yang terbesar di impor ke Rusia adalah keju dan daging. Baru kemudian diikuti dengan minuman alkohol, apel, pir dan anggur. (reuters/bbc/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s