Dua Mahasiswa Inggris Tewas Tertikam

Dua mahasiswa kedokteran dari Universitas Newcastle, Inggris tewas ditikam Rabu (6/8/2014) sore di daerah Kuching , Malaysia . Kedua mahasiswa tersebut, Neil Dalton dan Aidan Bruger tewas setelah terlibat pertengkaran dengan pemuda lokal.

Dalam pernyataan yang disebarkan, Kepolisian Malaysia mengatakan kedua mahasiswa tersebut terbunuh pada pukul 04:15 waktu setempat. Ada indikasi sempat terjadi pertengkaran antara mahasiswa dan penduduk lokal, hingga kemudian empat pemuda setempat diamankan kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dalton berasal dari Ambergate, Belper di Derbyshire. Sementara Brunger berasal dari Hempstead , Gillingham di Kent. Keduanya merupakan warga negara Inggris yang sedang menjalani masa percobaan menjadi dokter, dengan daerah operasi di Kuching. Mereka akan menjalani penempatan kerja sebagai dokter, selama enam minggu di Kuching.

“Pertengkaran menjadi awal mula kejadian,” polisi setempat.

Menurut polisi kedua mahasiswa tersebut sedang minum kopi disebuah kedai setempat. Kemudian dua pemuda menghampiri mereka, dan mengeluh karena kedua mahasiswa tersebut terlalu berisik berbicara. Kemudian terjadi pertengkaran.

Setelah pertengkaran didalam kedai. Kedua mahasiswa pergi ke mobil mereka, dan tiba-tiba dua pemuda lokal membawa empat teman mereka. Kejadian penusukan terjadi di lokasi dekat mobil kedua mahasiswa tersebut diparkir.

“Kami sudah menahan keempat tersangka, dan mereka diancam hukuman mati,” tambah polisi yang tak diketahui namanya.

Tony Stevenson, Konselor dari Universitas Newcastle manyatakan rasa bela sungkawa atas kejadian tersebut. Ia diberitahu malam usai kejadian tersebut, dimana ada dua dari empat mahasiswa mereka di Kuching, telah tewas dibunuh secara tragis.

“Neil Dalton dan Aidan Brunger, keduanya berumur 22 tahun, sedang menjalani tugas penempatan sebagai calon dokter baru di Kuching. Mereka sedang belajar mempraktekan teori yang dimiliki pada dunia nyata,” kata Tony.

Kejadian tersebut jelas sangat memukul hati mereka, terutama keluarga yang ditinggalkan.

“Dua orang staf kami sedang pergi sekarang ke Kuching secepatnya, dan kami berkerja bersama Komisioner Tinggi di Inggris untuk memberikan dukungan moral kepada mahasiswa lain dan mengordinasi pengembalian mereka ke Inggris,” tambah Tony.

Sementara itu, kantor Kementrian Luar Negeri Inggris mengatakan telah memperhatikan perkara kematian dua warga negara Inggris tersebut. Sekarang mereka akan memberikan asistensi consular untuk keluarga yang ditinggalkan, selama masa berkabung berjalan. (BBC/slg)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s