Mantan Presiden Georgia Diajukan ke Pengadilan

Tuntutan terbaru diumumkan pemerintah kota Tbilisi , Georgia , Selasa (5/8/2014). Tuntutan ditujukan kepada mantan Presiden Georgia, Mikheil Saakashvili. Ia didakwa melakukan penyerangan terhadap lawan politiknya pada tahun 2005, Valeri Gelashvili.

Tuntutan itu menambah panjang deretan tuntutan yang diajukan untuk Mikheil. Setelah sebelumnya ia dituntut melakukan tindakan kekerasan di kantor pemerintahan. Selain juga melakukan kekerasan pada aktivis yang melakukan protes pada November 2007, dan penyerangan terhadap sebuah kantor televisi setempat.

Pengadilan kota Tbisili, pada 1 Agustus lalu memerintahkan pengajuan tuntutan pelanggaran, saat ia memimpin Georgia mulai tahun 2004 – 2013. Mikheil kemudian turun tahta pada tahun 2013, karena telah menyelesaikan dua periode kepemerintahan.

Selain Mikheil, mantan menteri pertahanan, David Kezerashvili dan mantan panglima tentara Georgia , Zurab Adeishvili juga diajukan ke pengadilan. Mereka dituntut sebagai kroni setia Mikheil.

Banyak pejabat pemerintah ditangkap, usai masa pemerintahan Presiden Mikheil selesai pada tahun 2013. Mikheil sendiri langsung pergi dan menetap diluar negeri Georgia , usai ia lengser. Diikuti juga oleh Kezerashvili dan Adeishvili.

“Pemerintahan Georgia saat ini melakukan langkah politis untuk melawan mantan pejabat sebelumnya, menuju era baru,” kata David Bakradze, pengacara dari Mikheil.

Ia sangat prihatin terhadap kondisi tersebut, mengingat langkah itu malah akan meningkatkan konfrontasi dan pemecahan dalam masyarakat.

Uni Eropa awal minggu ini menyatakan memberikan perhatian, pada tuntutan yang diajukan kepada mantan Presiden Georgia itu. “Tak ada yang lepas dari hukum, pengadilan di Georgia harus transparan, proporsional, bebas dari berbagai kepentingan politik dan membuka saluran kedua kubu untuk menyelesaikan proses ini,” imbuh Catherine Ashton, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.

Catherine juga meminta kepada para pelaku politik di Georgia agar berpikir secara jernih, dan mementingkan masa depan negara tersebut.

Hal itu juga diamini oleh para senator Amerika Serikat (AS). John McCain, juga menyerukan hal serupa. Menurutnya Presiden Mikheil bukan orang tak tanpa salah, tapi sangat penting untuk mengutamakan proses demokrasi diatas segalanya.

“Tapi jangan jadikan keadilan sebagai alat untuk kepentingan politik dan golongan, terutama sejak Georgia mengalami tantangan saat ini,” tambah McCain.

Mikheil memimpin Georgia , setelah berhasil mengambil alih kekuasaan melalui kudeta tak berdarah, bernama Revolusi Mawar pada tahun 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s