Libanon Perangi ISIS

Konfrontasi bersenjata terjadi antara tentara Libanon dan militan islam Suriah. Perang terjadi di kota Arsal dekat perbatasan Suriah dan Libanon, hingga Senin (4/8/2014). Milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terkait dalam konflik tersebut.

“Situasi sekarang di Arsal sangat menyedihkan. Sebentar lagi stok makanan dan obat habis, rumah sakit sepertinya tak mampu menampung pasien lagi,” kata Ahmad Flitti, Deputi Mayor daerah Arsal.

Menurut penuturan Flitti, dari tiga hari pertempuran di Arsal, ada 14 tentara Libanon yang tewas. Sejumlah 86 orang terluka dan 22 orang hilang. Orang-orang yang hilang itu diperkirakan disekap oleh para militan Islam.

Sementara itu dari pihak militan islam, diperkirakan ada 20 orang yang menemui ajal. Tapi masih belum diketahui jumlah korban terluka.

Perang di Arsal terjadi sejak Jumat (1/8/2014) minggu lalu. Awalnya karena pasukan Libanon menangkap pemimpin militant Islam Suriah, Ahmad Jomaa. Setelah ditangkap Jooma kemudian dipenjara di Arsal. Tak lama setelah penangkapan, militant Islam yang dipercaya sebagai pengikut Al Qaeda dan ISIS menyerang tentara Libanon. Mereka kemudian mengambil alih kontrol di kota Arsal, dan meminta peemrintah Libanon membebaskan pemimpin mereka, Jomaa sebagai syarat gencatan senjata.

“Bebaskan pemimpin kami, dan kami akan segera keluar dari kota Arsal,” kata Abu Osama, salah seorang Deputi Jomaa, berbicara melalui telepon genggam.

Selain itu Osama juga mengeluarkan ancaman akan menghancurkan kota , dan meminta syarat lebih bila permintaan tersebut tak dikabulkan.

Pertikaian di perbatasan Suriah dan Libanon terjadi karena adanya perbedaan pendapat para pemimpin wilayah tersebut. Pihak Suriah yang kini dibawah kendali ISIS terus berusaha melebarkan sayap pengakuan ke daerah-daerah lain. namun diperkirakan upaya ISIS melebarkan sayap kekuasaan ke Libanon, menemui perlawanan.

“Kota Arsal kini menjadi garis depan bagi ISIS, dan juga menjelaskan kekuasaan mereka terhadap krisis di Suriah,” ujar Andrew J. Tabler, pakar di program Arab pada Institut Washington , Amerika Serikat (AS).

Hingga terakhir kabinet pemerintahan  Libanon mengadakan sesi rapat darurat, untuk mencari solusi masalah di Arsal. Perdana Menteri (PM) Libanon, Tammam Salam diperkirakan masih menemui jalan buntu untuk negoisasi masalah ini. Apalagi kalau benar ISIS telah menyandera tentara mereka yang hilang.

“Tak ada kesepakatan politik untuk para teroris. Terutama yang memanipulasi komunitas Arab, dengan membawa nama agama dan julukan yang aneh. Mereka membawa ajaran yang sakit jiwa ke Libanon,” kata Tammam, pada pernyataan di televisi lokal.

Tammam menurut rencana akan menjalankan berbagai strategi, untuk membebaskan tentara mereka yang disekap ISIS . (NYTimes/AP/AFP)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s