Dunia Peringati 100 Tahun Perang Dunia Pertama

Berbagai acara digelar untuk memperingati 100 tahun perang dunia pertama. Mulai dari mematikan lampu, membaca puisi, dan membuka isi kapsul kayu, yang disegel dari tahun 1921.

Negara Inggris yang pernah bergabung dengan Perancis pada perang dunia pertama, turut memperingati 100 tahun peringatan tersebut. Salahsatu kegiatan massal yang diagendakan adalah mematikan lampu dan menyalakan lilin secara bersama.

“Kami memasukan unsur seni dan budaya, pada saat puncak acara mematikan lampu terjadi,” kata Tamsin Dillon, curator acara bertema Lights Out itu.

Acara mematikan lampu akan dimulai pada pukul 22:00 – 23:00 waktu setempat, Senin (4/8/2014). Acara dilakukan mengingat pada 4 Agustus 1914, Inggris menyatakan perang dengan Jerman. Panitia yang mengorganisasi kegiatan berharap setidaknya ada seribu orang di Inggris, yang mau ikut serta dalam acara itu.

Untuk mengisi kegiatan selama satu jam, juga sudah disiapkan sebuah film berdurasi selama 60 menit. Film itu dapat diunduh melalui sistem apps pada telepon genggam. Film itu dibuat oleh artis Inggris, Jeremy Deller.

“Acara ini berkisar para momen saat Inggris turut serta dalam perang dunia pertama, dengan konsep satu cahaya bisa memindahkan cahaya-cahaya lain,” ujar Dillon lagi.

Selain mematikan lampu di London , acara peringatan 100 tahun perang dunia pertama juga diisi dengan aksi teatrikal dari berbagai artis Eropa. Setidaknya tiga tempat, yaitu Skotlandia, Wales , dan Irlandia Utara akan dijadikan lokasi aksi teatrikal tersebut.

Nalini Malani, artis dari India akan menggelar video instalasi pada tembok Galeri Nasional Skotlandia, di Endinburg. Sementara di Wales, artis Bedwyr Williams akan mempertujukan seni instalasi cahaya dan suara. Di lain tempat, Bob dan Roberta Smith akan mempertontonkan kerja seni dengan menggunakan ribuan lilin, di Belfast City Hall.

Acara lain yang juga menarik adalah pembacaan puisi di gereja Oxfordshire. Pada malam hari perignatan akan dibacakan puisi karya Wilfred Owen. Penyair tersebut dikenal sebagai salah satu prajurit yang mengikuti perang dunia pertama, dan bekerja di kota Dunsden. Menurut rencana puisi Owen akan dibacakan secara musikal.

Pusis Owen dikenal penuh dengan kemarahan pada kekejaman, serta rasa percuma yang dimiliki selama mengikuti perang tersebut. Kumpulan puisi Owen baru diterbitkan usai perang dunia pertama, sekitar tahun 1920. Owen sendiri tewas pada tahun 1918, saat mencoba melintas garis perbatasan perang di kanal Sambre, Perancis.

Selain membaca puisi, kota Dundee memperingati perang dunia pertama dengan cara berbeda. Menurut kabar warga kota Dundee sepakat untuk membuka sebuah kapsul yang berisi  artikel-artikel yang membahas perang tersebut. Kabarnya kapsul tersebut telah disegel dari tahun 1921 lalu. Menurut keinginan masyarakat kala itu, mereka berharap kapsul itu akan dibuka pada tahun 2014, saat dimana warga dunia mengenang 100 tahun perang dunia pertama.

Kliping artikel surat kabar dan majalah, terdapat dalam kapsul berbahan kayu oak yang dibuka itu. Selain itu ada juga foto-foto kunjungan Ratu Mary dan Winston Churcill ke Dundee usai perang dunia pertama berakhir. Ada juga surat dari penjaga keamanan dan pejabat kantor pos dalam kapsul kayu itu. Keseluruhan isi kapsul tersebut kemudian dipamerkan pada musem galeri seni McManus di Dundee.

Menurut ketentuan, kapsul kayu itu harusnya dibuka oleh pejabat pos yang berwenagn pad atahun 2014. Tapi karena sekarang tak ada jabatan itu lagi, maka Deborah Rodger, Direktur Pos Kerajaan menggantikannya.

Menurutnya merupakan kebanggaan sekaligus kesedihan, harus mendapatkan tugas membuka kapsul itu. Ia kemudian dibantu juga oleh Janice Kennedy, sejarahwan yang turut menjaga keberadaan kotak kapsul itu.

Didalamnya ada edisi majalah Dundee Courier, Buku pegangan untuk perenang amatir yang diterbitkan pada tahun 1921. Selain itu ada juga artikel laporan hasil pertandingan sepakbola klub Dundee Hibernian.

Total pegawai pos di Dundee pada saat itu mencapai 240 orang. Kemudian 36 diantaranya tewas akibat perang. Menurut Deborah isi dari kapsul kayu tersebut memberikan pandangan menarik mengenai kehidupan di Dundee kala itu.

“Tapi membuka kotak itu juga berarti mengenang kepedihan yang harus mereka jalani dahulu,” kata Deborah.

Keseluruhan isi kotak kapsul itu akan terus dipamerkan di Museum McManus, sebagai pengingat perang terburuk pertama kali terjadi di dunia. (BBC/AFP/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s