Jerman-Perancis Peringati Perang Dunia I

Presiden Perancis dan Jerman merayakan peringatan 100 tahun deklarasi Jerman untuk berperang dengan Perancis, pada 3 Agustus 1914 silam. Deklarasi Jerman tersebut kemudian menjadi awal perang dunia pertama. Kedua presiden berharap kejadian perang dunia pertama, tak terulang pada perang Israel dan Palestina.

“Sejarah antara Perancis dan Jerman membuktikan kalau keinginan baik bisa berakibat fatal, dan manusia memutuskan diri sebagai musuh, hingga akhirnya menyatukan perbedaan mereka beberapa tahun setelahnya,” urai Presiden Perancis, Francois Hollande, Minggu (3/8/2014).

Hollande juga menambahkan kalau persahabatan antara kedua tersebut, setelah perang bisa menjadi contoh bagi dunia, juga merupakan panggilan dimanapun kedamaian diganggu, hak asasi manusia dilanggar, dan dimanapun prinsip hukum internasional diindahkan.

Ia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mendorong gencatan senjata di Gaza, dengan alasan untu mengakhiri penderitaan terhadap populasi sipil disana.

Sementara itu, pemimpin Jerman, Joachim Gauck mengatakan kalau apa yang terjadi pada perang dunia pertama, tak selayaknya kembali terjadi dibelahan dunia lain.

“Kepada siapapun yang berusaha menciptakan perdamaian di Timur Tengah, tak ada pesan yang lebih bermakna yang dapat kami kirimkan, selain apa yang terjadi hari ini,” tutur Gauck.

Kedua kepala negara tersebut merayakan peringatan 100 tahun perang dunia pertama, dipusatkan di monumen perang dunia pertama, pada gunung Vieil Armand. Sekitar 30.000 orang tewas dalam peperangan disekitar gunung Le Vieil Armand, yang dikenal pihak Jerman dengan nama Hartmannswillerkopf. Sementara 12.000 tentara hilang tak tentu rimbanya.

Kedua Presiden kemudian menandatangi prasasti baru, yang ditanam di daerah Hartmannswillerkopf. Isi pernyataan prasasti kemudian disimpan dalam tabung silinder besi, dan diletakan pada sebuah sudut di museum baru yang dibuat disana.

“Pertempuran yang mengerikan telah terjadi di Hartmannswillerkopf. Membuatnya menjadi tempat suci yang membuat tetap hidup ingatan paling menghancurkan selama abad 20,” isi tulisan prasasti tersebut.

Kejadian ini juga menjadi kali pertamanya seorang Presiden Jerman mendatangi pemakaman tersebut. Disana juga dikabarkan ada 1.256 tentara Perancis yang tewas terkubur. Puncak gunung itu, yang menjadi pusat komunikasi untuk daerah lembah Alsace, telah berpindah tangan sebanyak delapan kali, selama 12 bulan perang dunia pertama yang terjadi sejak Desember 1914.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s