Islam dan Sarang Lebah

Kemunculan milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang tiba-tiba, membuat banyak teori konspirasi bertebaran disekitarnya. Pemimpin ISIS, Abu Bakr Al Baghdadi disebut sebagai boneka Israel , Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Al Baghdadi juga dipercaya merupakan alumnus kamp pelatihan militer pasukan intelejen Israel , Mossad.

ISIS menyeruak ketika perang Israel dan Palestina kembali terjadi Juli 2014 ini. Kemunculan organisasi garis keras Islam ini, menggegerkan banyak pihak. ISIS hadir dari konflik diperbatasan Irak. Hingga kemudian meruyak, sampai ke kota-kota di timur dan barat Irak.

Kabar terakhir, menurut Wall Street Journal makam Nabi Yunus di Mosul, turut dihancurkan ISIS . Makam yang berada di utara Irak tersebut, luluh lantak setelah ISIS menanam bom waktu disana. Menurut milisi ISIS yang menghancurkan makam, pemujaan terhadap makam seseorang adalah perbuatan dosa. Namun berbeda dengan pemujaan terhadap makam Nabi Muhammad.

Tak hanya makam Nabi Yunus, milisi ISIS juga menghancurkan paling tidak 24 tempat suci di Mosul . Belum termasuk mesjid-mesjid golongan Syiah, dan museum Mosul yang menyimpan berbagai barang peninggalan kerajaan Irak.

Selain melakukan aksi penghancuran wilayah suci, milis ISIS juga memberikan rasa tak aman terhadap umat Kristen di Mosul. Sesaat setelah menghancurkan makam Nabi Yunus, mereka mengeluarkan ultimatum untuk umat Kristiani disana. Ultimatum itu berisi perintah berganti agama menjadi Islam, membayar pajak atau dihukum mati.

Karena ultimatum tersebut, sontak ribuan umat Kristen di Mosul memutuskan untuk mengungsi. Populasi umat Kristen di Mosul sendiri terus menyusut keberadaannya. Tercatat pada tahun 2003 mencapai 60 ribu orang, tapi pada akhir Juni 2014 jumlah tersebut menurun hingga tersisa 35 ribu orang saja.

Tak hanya kaum Kristen yang diusik, ISIS juga membuat banyak pemerintahan di dunia menjadi gusar. Dengan tehnik mendukung perjuangan milisi Islam di negara lain, ISIS kemudian juga membuka rekrutmen anggota. Kebanyakan yang mau bergabung diidentifikasi berasal dari negara berkembang, dengan tingkat pendidikan rendah.

Negara seperti India dan Indonesia menjadi sasaran empuk. Milisi Islam di India dikabarkan bahkan telah mengirimkan beberapa orang untuk membantu ISIS di Irak. Dalam rekaman foto yang disebarkan di internet, terlihat kaum muda Islam India dengan senjata api, dan kaus hitam bertuliskan ISIS .

Indonesia merupakan negara lain yang termakan isu rekrutmen ISIS . Dalam sebuah rekaman yang disebarkan melalui Youtube, milisi di Indonesia menyuarakan dukungan kepada ISIS dan mengajak kaum muslim Indonesia untuk bergabung. Ujung pangkalnya lantaran pemimpin Jemaah Islamiyah (JI), Abu Bakar Baasyir dikabarkan telah di bai’at mendukung ISIS , dan menyerukan kepada para pengikutnya untuk bergabung.

Sarang Lebah

Diantara sepak terjang ISIS yang menggelora, banyak pihak juga memandang berbeda latar belakangnya. Termasuk berita mengenai pemimpin ISIS, Abu Bakr yang disinyalir tak lebih hanya sekedar boneka dari konspirasi Israel , AS dan Inggris.

Hal tersebut diungkapkan Edward Snowden, mantan karyawan di US National Security Agency (NSA). Pada pernyataan Snowden pada pusat penelitian Global Research, disebutkan kalau aksi ISIS merupakan hasil konspirasi ketiga negara tersebut.

“Ketiga negara itu menciptakan organisasi teroris baru, yang bisa menarik semua teroris didunia ke satu tempat, agar mudah dihancurkan,” kata Snowden.

Strategi ini berkode Beehive atau Sarang Lebah. Dengan strategi itu diharapkan bisa melindungi entitas zionis, melalui penciptaan slogan religius dan Islami.

Operasi ini tak tanggung-tanggung. Snowden menyebutkan, pemimpin ISIS bahkan telah direkayasa sejak masih dalam kamp militer intelejen Israel , Mossad.

“Abu Bakr Al Baghdadi mengikuti pelatihan militer secara intensif selama satu tahun kepada Mossad, termasuk juga pelatihan mengenai teologi dan kemampuan berbicara di publik,” ujar Snowden.

Terlepas dari pandangan Snowden, pihak Iran ternyata menyatakan hal yang tak jauh berbeda. Selain tak menyangkal keterangan Snowden, iran berpikir kalau kemunculan ISIS ada kaitan dengan pemutusan kontak antara negara Irak dan Iran .

Seperti diketahui, pemimpin Irak yang baru, Perdana Menteri (PM) Irak yang baru, Nouri al-Maliki memiliki kedekatan hubungan dengan pemerintah Iran . Terutama yang mendukung kedekatan tersebut adalah kehadiran suku Shi’ite, yang diketahui telah bergabung dengan kelompok Sunni di Irak. Sekarang kelompok ISIS juga mengecam kehadiran suku Shi’ite di Irak. Menurut ISIS suku tersebut telah melakukan apostasy, atau pindah agama. Mereka juga kemudian menghancurkan situs suci suku Shi’ite. Pengikut suku Shi’ite kini banyak yang kembali ke Iran .

“Saat pertama kali ISIS mulai meruyak di Irak, hal pertama yang diucapkan pihak Amerika adalah mengganti Maliki dengan secepatnya,” papar Hossein Shariatmadari, pemimpin redaksi sebuah media harian milik pemerintah Irak, Kayhan.

“Maliki telah terpilih secara demokratis, lalu apa yang salah dengan itu? Tak ada. Amerika sengaja ingin memutus hubungan antara Irak dan Iran ,” tambah Hossein lagi.

Kini posisi sulit justru menghadang Iran . Mendukung suku Shi’ite untuk melawan ISIS , sama saja dengan membuka perlawanan terbuka. Seperti menimpuk sarang lebah, dan bersiap diserang balik dengan membabi buta. (Times/AFP/Sulung Prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s