Perang Bawah Tanah Israel – Palestina

Strategi penyerangan dengan menggunakan terowongan sudah dikenal manusia sejak abad silam. Terakhir dipraktekan kembali pada perang Israel dan Palestina, Juli 2014. Mungkinkah penghancuran terowongan bisa memuluskan gencatan senjata yang dijanjikan Israel?

Cara penyusupan dengan menggunakan jalur bawah tanah, kerap dilakukan kalangan militer untuk penyerangan. Salah satu yang paling terkenal saat perang Vietnam terjadi. Dimana kebanyakan Vietcong bersembunyi dalam lorong bawah tanah, untuk menghindari kejaran pasukan Amerika Serikat (AS). Selain untuk bertahan lorong bawah tanah juga bisa dipersiapkan untuk penyerangan. Seperti yang dilakukan pihak Korea Utara saat ini. Terowongan bahkan dibuat pihak Korea Utara tak tanggung-tanggung. Bisa mengerahkan ribuan tentara, dalam hitungan jam bila melewati lorong tersebut.

Terakhir dalam perang Israel dan Palestina, yang kembali terjadi hingga Juli 2014 ini, strategi penyerangan melalui lorong bawah tanah kembali dipraktekan kelompok Hamas. Setidaknya 56 tentara Israel dan dua orang sipil Israel harus menemui ajal, karena serangan tiba-tiba pasukan Hamas melalui terowongan.

Pemakaian terowongan untuk menyerang Israel , sebenarnya sudah dilakukan pihak Palestina sejak puluhan tahun lalu. Salahsatu puncaknya terjadi pada tahun 2006. Saat itu pasukan Palestina berhasil membuat kejutan serangan ke tentara Israel melalui terowongan. Dua tentara tewas, satu terluka dan satu orang bernama Gilad Shalit disandera. Ujungnya pemerintah Israel akhirnya menyetujui pembebasan Gilad, dengan menggantinya dengan 1.000 orang Palestina yang ditawan Israel .

Gerard DeGroot, ahli sejarah dari Universitas St Andrews, Skotlandia mengatakan kalau strategi penyerangan melalui terowongan dipilih karena terhitung murah. Ketimbang harus melakukan perang darat. Jumlah korban dipihak lawan juga bisa berjumlah besar. Salahsatu yang paling utama, strategi lorong memiliki sifat serangan tiba-tiba, yang sangat ditakuti karena tidak bisa diperkirakan datangnya.

“Terowongan menjadi lambang solidaritas dan perjuangan, sama seperti dulu di Vietnam dan sekarang di Palestina,” kata Gerard.

Mendeteksi keberadaan terowongan itu sendiri bukan perkara mudah. Meskipun sudah dikerahkan teknologi canggih seperti pendeteksi gerakan tanah, atau perangkat radar deteksi. Bila ujung terowongan ditemukan, tak ada yang bisa memastikan kemana ujung satunya lagi terowongan berada.

Untuk menyembunyikan keberadaan terowongan dari intelejen Israel , ujung terowongan biasanya dibuat dibawah lantai rumah, mesjid, sekolah atau fasilitas publik. Membuat terowongan membutuhkan waktu bulanan, dengan kemajuan satu hingga tiga meter perhari. Mereka menggali dengan cara manual menggunakan sekop, dan tidak ada motor karena bisa saja suaranya diketahui pihak Israel . Kedalaman terowongan bisa mencapai 20 meter. Kemudian lorong dibuat mendatar setinggi orang dewasa membungkuk. Lapisan dinding terowongan dibuat permanen dengan batuan dan dialiri listrik, yang dicuri dari pihak Israel pula.

Eado Hecht, analis pertahanan dari Universitas Bar Ilan menyangsikan efektifitas penghancuran terowongan tersebut. Setidaknya kini telah ditemukan 30 lorong, dan setengahnya diklaim telah dihancurkan.

“Menghancurkan lorong seperti di Palestina dan Israel biar bagaimana memerlukan sistem operasi yang kompleks. Bila hanya menghancurkan ujungnya saja, maka Hamas akan dengan mudah menggalinya lagi,” kata Eado.

Ia menyarankan agar tentara Israel memetakan dulu semua lorong yang ada, sebelum diledakan. Dengan cara itu makan akan ditemukan cara yang lebih efektif dan efisien untuk menghancurkan keseluruhan lorong terowongan, tanpa ada yang tersisa.

Perdana Menteri (PM) Israel , Benjamin Netanyahu, Kamis (31/7/2014) mengajukan syarat penghancuran terowongan sebelum diadakan gencatan senjata. Menurutnya Israel tak akan menghentikan serangan ke Palestina, bila seluruh terowongan yang ada habis dihancurkan. (bbc/washingtonpost/cnn/sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s