21 Orang Tersapu Ombak

Sebanyak 21 orang tewas saat berenang di pantai Clifton yang berada di Karachi , Pakistan . Tiga orang masih dicari, kata petugas setempat, Kamis (31/7/2014). Mereka diperkirakan tersapu ombak, karena tidak mengindahkan larangan tidak berenang saat musim tak mendukung.

Menurut polisi setempat, Ibadat Nisar kebanyakan korban merupakan wisatawan yang sedang menikmati liburan Idul Fitri. Kejadian terjadi sekitar malam sebelumnya, dimana polisi Pakistan menemukan tiga jasad yang telah tewas tersapu ombak.

“Kemudian kami berbicara dengan para wisatawan yang lain. Ternyata banyak dari mereka juga sedang menunggu kabar dari rekan-rekan mereka yang dikhawatirkan tersapu ombak saat berenang dilaut,” urai Ibadat.

Shoaib Ahmed Siddiqui, administrator kota Karachi menambahkan kalau terakhir sudah ditemukan 21 orang tewas, akibat kejadian itu. Kebanyakan dari mereka ditemukan oleh helikopter pasukan khusus, yang diterjunkan untuk menolong mereka. Diperkirakan jumlah korban masih akan bertambah.

“Pesisir pantai disana teramat panjang dan kami masih tak yakin berapa jumlah pasti orang yang hilang. Mari berharap tidak sebesar yang diperkirakan,” kata Shoaib.

Faiz Rehman, salah seorang yang masih menunggu kerabatnya dipinggir pantai mengatakan kalau ia datang ke sana bersama dua saudaranya. Ia mengatakan satu saudaranya sudah kembali, tapi yang satunya lagi belum ada kabarnya.

“Saat berenang di pantai, saya baru sadar kalau ombak makin lama makin besar dan keras, dan saya merasa takut dan memutuskan berenang kembali ke pantai,” ujar Faiz.

Ia juga kemudian memanggil kedua saudaranya untuk kembali ke pantai. Hanya kakaknya yang kemudian kembali, sementara satu yang lain meneruskan berenang dan hilang.

“Saya terus berjalan dan melihat-lihat laut, jikalau mereka terlihat. Saya sudah menunggu berjam-jam tapi mereka tidak kembali,” kata Faiz.

Puluhan ambulan kini dikirimkan ke pinggir pantai. Sementara regu penyelamat dan tentara juga diturunkan untuk membantu. Cuaca dipinggir pantai memang sedang tak mendukung untuk tetap dijadikan lokasi wisata. Namun banyak dari korban tak mengindahkan peringatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s