Pemburu Badak Afrika Dihukum 77 Tahun

Pemburu liar badak di Afrika Selatan, Mandla Chauke dihukum 77 tahun, Kamis (24/7/2014). Hukuman tersebut disebut paling berat, sekaligus menunjukan seriusnya aparat memberantas perburuan badak liar.

Chauke ditangkap di Taman Nasional Kruger, pada tahun 2011. Ia tertangkap basah sudah membunuh tiga badak untuk diambil culanya. Selain itu ia juga didakwa atas pemilikan senjata illegal dan menembak petugas taman nasional.

“Chauke terbukti melakukan pembunuhan satwa liar, pengambilan cula badak tanpa ijin, perburuan liar, melintas batas wilayah konservasi tanpa ijin, pemilikan senjata api dan amunisi illegal,” kata juru bicara Taman Nasional Kruger, Reynold Thakhuli.

Selain itu Chauke juga didakwa sebagai pembunuh, karena dianggap pernah menembak mati seorang petugas taman nasional. Menurut keterangan yang disebarkan, Chauke total dihukum 77 tahun karena vonis pembunuhan selama 15 tahun. Ditambah 15 tahun untuk penembakan terhadap aparat berwenang, 30 tahun untuk pembunuhan tiga badak liar, delapan tahun untuk pengambilan cula badak, tujuh tahun untuk kepemilikan senjata dan amunisi illegal, serta dua tahun untuk melanggar wilayah konservasi.

“Kami berharap hukuman itu akan setimpal,” ujar Reynold lagi.

Sebelumnya pemerintah Afrika Selatan menjatuhkan hukuman kepada dua warga negara Mozambik. Mereka dihukum penjara selama 16 tahun, karena membunuh badak dan mengambil culanya di Taman Nasional Kruger. Taman nasional tersebut memang berbatasan dengan wilayah negara Mozambik.

Pemerintah Afrika Selatan memang menseriuskan penegakan hukum terhadap perburuan badak liar. Sebelumnya lagi, pada tahun 2012 seorang warga negara Thailand dihukum penjara selama 40 tahun, karena turut menjual cula badak Afrika.

Setidaknya 370 badak liar harus tewas di buru di Taman Nasional Kruger, untuk tahun ini saja. Sementara itu 62 orang ditangkap karena memburu satwa liar dengan berbagai kasus.

Afrika Selatan merupakan lokasi hidup badak Afrika terbesar. Tercatat 70 persen populasi badak Afrika hidup di Afrika Selatan. Namun angka perburuan badak Afrika sangat mencemaskan. Menurut data terakhir tahun 2013, sebanyak 1.004 badak liar tewas diburu.

Pemakaian cula badak untuk pengobatan dan obat kuat seks, menjadi pangkal perburuan badak terjadi. Terutama orang Tiongkok dan Vietnam percaya kalau cula badak memiliki kemampuan untuk menyembuhkan, selain juga sebagai simbol status sosial. Diketahui menurut ilmuwan, didalam cula badak terkandung mineral seperti Keratin, dikenal sebagai protein yang ada di jari manusia juga.

 Cula badak dijual illegal seharga US$ 95.000 per kilo. Harga tersebu jauh lebih tinggi dibanding emas, menurut media Bloomberg. Diindikasikan ada sindikat besar dunia, yang melindungi perdagangan tersebut. Jumlah omzet sindikat tersebut bisa mencapai multi milyar dollar Amerika, dengan hanya mengekspor cula ke Asia dan Timur Tengah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s