Misil Jenis Apa Yang Mungkin Hantam MH17?

Tragedi pesawat MH17, dikaitkan dengan rudal yang sengaja ditembakan ke armada pengangkut milik Malaysia airlines tersebut. Sebenarnya rudal jenis apa yang mampu menghantam objek diketinggian sampai 10.000 meter di udara?

Setidaknya menurut beberapa pengamat persenjataan, perlu rudal yang canggih untuk mencapai ketinggian itu. Sementara yang sampai kini diketahui, pemberontak Ukrainia yang pro Rusia diragukan memiliki rudal tersebut, kecuali dibantu oleh kepemilikan pemerintah salah satu negara.

“Pada ketinggian normal kapal penumpang sipil, seharusnya mereka diluar jangkauan persenjataan yang dimiliki pemberontak di timur Ukrainia saat ini,” kata Nick de Larrinaga, dari IHS Jane’s Defense Weekly, Jumat (18/7/2014).

Beberapa senjata rudal, yang dapat dipergunakan dengan disandang dibahu paling hanya mencapai 5.000 meter di udara, tambahnya.

“Kejadian itu mengindikasi adanya serangan rual dari tanah ke udara, atau udara ke udara, dan saya pikir serangan dari tanah ke udara adalah yang paling masuk akal,” ujar Larrinaga lagi.

Berarti rudal yang paling mungkin digunakan, merupakan kepemilikan pemerintah Rusia, atau Ukrainia. Bila kemudian dirunut apa saja rudal yang dimiliki kedua negara tersebut, maka akan terpilih satu jenis rudal, bertipe SA-11.

Rudal jenis SA-11 ini dipergunakan Rusia dan Ukrainia dalam masa perang dingin dengan Amerika Serikat (AS) dan NATO. Menurut Brigadir Jendral Kevin Ryan, kegunaan senjata tersebut memang untuk menjatuhkan pesawat berbadan lebar di angkasa.

“Termasuk menjatuhkan pesawat sipil yang berada diketinggian tertentu,” kata Kevin, yang kini menjadi Direktur Proyek Pertahanan dan Intelejen di Pusat Sains Universitas Harvard.

Dan menurut Kevin, tak sulit menemukan rudal tersebut sebagai salah satu unit persenjataan yang kini dimiliki Rusia ataupun Ukrainia.

Kemungkinan yang lain adalah rudal model S-200. Jenis rudal ini hanya dioperasikan oleh pemerintah Ukrainia. Sebab pemerintah Rusia telah memiliki model yang lebih baik, yaitu S-300 dan S-400. jensi rudal ini dapat disamakan kemampuannya dengan jenis rudal Patriot, yang kerap dipergunakan AS dalam perang Teluk.

Namun menurutnya tak mudah untuk mengoperasikan kedua jenis rudal tersebut. Selain perlu banyak latihan, juga perlu banyak koordinasi orang hanya untuk melepas satu jenis rudal saja.

“Apalagi bisa menembakan rudal dan menemui sasaran dengan telak, perlu latihan khusus dan orang-orang yang tak sedikit,” imbuh Kevin.

Secara tipikal, rudal yang akan dipergunakan akan membutuhkan setidaknya satu orang pemimpin komando, pemantau radar, beberapa orang teknis peluncur rudal, dan pembawa kendaraan untuk membawa rudal.

Menurutnya secara teori MH17 ditembak jatuh dengan menggunakan senjata, terutama yang dimiliki militer professional. Sebab tak mungkin ada persenjataan saat ini yang bisa menembak dengan ketinggian seperti itu. Apalagi hanya dikerjakan oleh beberapa orang seperti yang kerap dilakukan para pemberontak tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s