Tiongkok Pindahkan Kilang Minyak di Paracel

Tiongkok akhirnya memindahkan kilang minyak di pulau Paracel, yang terus menjadi sumber sengketa dengan Vietnam . Dalam pernyataan tertulisnya Rabu (16/7/2014), China National Petroleum Corp (CNPC) menyatakan proses pengumpulan data telah selesai, mereka sekarang sedang memikirkan langkah selanjutnya.

 Berita yang disebarkan oleh kantor berita Tiongkok, Xinhua tersebut juga dibenarkan oleh pihak Vietnam . Kepala Penjaga Pantai Vietnam, Ngo Ngoc Thu bilang kalau pengeboran minyak di pulau Paracel, telah dipindahkan sejak Selasa (15/7/2014) malam. Beberapa nelayan yang melewati daerah tersebut juga melihat kilang minyak di pulau tersebut sudah tak ada.

“Tanda-tanda ditemukannya minyak dan gas dipulau itu terbukti ada,” kata sebuah sumber di Xinhua yang tak disebutkan namanya. Mereka juga menyatakan kalau CNPC akan mengumpulkan data yang sudah didapatkan, dan akan memutuskan langkah selanjutnya.

Sementara itu pernyataan resmi dari juru bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok, Hong Lei menyangkut pemindahan tersebut lebih pada langkah saling menghormati Tiongkok terhadap negara lain. “Pulau Xinsha (Paracel menurut Tiongkok-red)  adalah bagian integral dari Tiongkok,” kata Lei.

Karenanya operasi pengeboran sah adanya, karena berada di wilayah yuridiksi Tiongkok. Namun Tiongkok merasa Vietnam akan mendapatkan bagian yang tidak adil, bila pengeboran di pulau tersebut terus dilanjutkan.

Menurut akademisi dari Vietnam , Le Hong Hiep langkah Tiongkok tersebut tak akan membuat hubungan kedua negara menjadi berangsur membaik. Sekarang banyak orang Vietnam melihat Tiongkok, bukan lagi saudara satu ideologi. Mereka kemudian berusaha membuat sekutu dengan negara-negara yang juga bersengketa dengan Tiongkok, seperti Philipina, Jepang dan Amerika Serikat (AS).

“Sekarang semua pemimpin di Vietnam berbicara untuk melawan terhadap perlakukan Tiongkok,” ujar Le, yang menjadi dosen di Universitas Nasional Vietnam (VNU).

“ Vietnam akan melakukan langkah lebih agresif di Laut Tiongkok Selatan. Tapi Vietnam tak bisa sendiri melawan Tiongkok,” paparnya lagi.

Konflik di Laut Tiongkok Selatan makin meninggi, setelah Tiongkok melakukan operasi pembukaan kilang minyak di pulau Paracel. Pulau yang disebut Tiongkok dengan nama Xinshia tersebut juga diklaim sebagai milik Vietnam .

Konflik sempat membuat armada angkatan laut kedua negara saling menembakan meriam air. Sebuah kapal nelayan Vietnam sempat terbalik karena ditabrak armada laut Tiongkok.

Sengketa makin memanas setelah terjadi kerusuhan di kota-kota Vietnam yang dipenuhi warga negara Tiongkok. Sehingga warga negara Tiongkok harus diungsikan keluar dari Vietnam .

Langkah Tiongkok memindahkan kilang minyak tersebut dianggap sebagai peredam konflik. Selain memindahkan kilang, Tiongkok juga menjanjikan membebaskan 13 nelayan Vietnam yang ditahan, karena dianggap mencari nafkah di perairan milik Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s