Kapal Imigran Gelap Indonesia Kembali Tenggelam

Setidaknya dua orang meninggal, dan 18 orang masih dianggap hilang, dalam insiden terbaliknya kapal yang membawa imigran illegal Indonesia di selatan Malaysia. Kejadian tersebut merupakan keduakalinya dalam sebulan terakhir ini.

“Kapal yang membawa imigran illegal itu mau kembali ke Indonesia ,” kata Aminuddin Abdul Rashid, pejabat di Badan Pemberdayaan Maritim Malaysia (BPMM), Selasa (15/7/2014).

Menurut Rashid mereka kebanyakan ingin merayakan Idul Fitri dikampung halaman. Kapal diidentitikasi menuju ke arah pulau Batam, yang berjarak tiga nautical mil dari Tanjung Piai , Malaysia .

Sampai saat ini pihak pemerintah Malaysia masih mengadakan investigasi lebih jauh. Mempertanyakan siapa saja yang ada di dalam perahu. Menurut penjelasan pengemudi kapal kemungkinan panik saat petugas menemukan mereka, dan malah kehilangan keseimbangan sehingga membuat kapal terbalik.

“Mereka ada di perahu kecil dengan jumlah orang yang sangat banyak,” urai Rashid.

Diperkirakan jumlah penumpang dalam kapal tersebut mencapai 70 orang. Dimana sisanya yang bisa diselamatkan dibawa kembali ke Malaysia .

Aegile Fernandez, dari organisasi Hak Pekerja Migrant Malaysia-Tenagagita mengatakan kalau pemerintah harus segera mencari tahun agen dan penyalur para pekerja tersebut. Sekaligus mencari tahu orang-orang pemerintah, yang mengambil keuntungan dari para pekerja itu ditapal batas.

“Jikalau tidak dilakukan, maka kejadian seperti ini akan terulang lagi,” kata Aegile.

Sebelumnya lebih dari selusin orang meninggal, dan dua lusin lainnya hilang dilaut. Kejadiannya persis sama, namun berada di barat Malaysia .

Perahu kayu penuh dengan penumpang itu ditemukan petugas sekitar pukul 16:00 waktu setempat, dilepas pantai Port Klang, dekat Banting di selat Malaka.

Ditemukan dalam perahu tersebut wanita dan anak-anak. Semua diperkirakan merupakan pekerja illegal Indonesia , yang mencari nafkah ke Malaysia .

“Beberapa orang hanyut kami temukan di laut, sebagian lain berada di darat,” urai M. Hambali Yaakup, dari BPMM.

Menurut hasil wawancara dengan para penumpang yang selamat, sebagian orang tersebut mengatakan mereka akan pulang ke Aceh. Tapi tak ditemukan surat-surat perjalanan yang diperlukan.

Sementara itu perahu yang dipergunakan para imigran tersebut, jelas tak layak melaut. Selain juga melanggar hukum internasional laut yang ada.

Jutaan orang Indonesia bekerja secara illegal di Malaysia. Kebanyakan sebagai buruh di perkebunan dan industri lain. Mereka kerap melakukan perjalanan laut yang membahayakan, untuk pulang kembali ke rumah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s