Perancis Siapkan Tentara Lawan Militan Islam

Perancis merencanakan menempa 3.000 tentara untuk dijadikan pasukan anti militan Islam di utara Afrika. Misi ini disebut Operasi Serval, dan menggantikan misi lama dengan kode Barkhane.

“Presiden ingin adanya reorganisasi untuk para tentara di daerah itu,” kata Menteri Pertahanan Perancis, Jean Yves Le Drian, Senin (14/7/2014).

Kata Le Drian, operasi Serval dibuat tahun lalu. Grup tersebut dibuat untuk melawan aksi offensif Al-Qaeda dan jaringannya di utara Mali . Sejauh ini aksi pasukan tersebut membuahkan hasil di sekitar daerah Bamako .

Namun menurut Le Drian focus utama pasukan tersebut adalah mengamankan dataran tinggi Sahel . Dimana terdapat tambang minyak milik perusahaan Perancis.

“Sekarang kami menaruh perhatian lebih untuk memastikan area tersebut tidak mengalami tekanan teroris,” tambah Le Drian.

Menurutnya hingga sekarang daerah itu masih memiliki resiko tinggi, terlibat konflik dengan para militan Islam tersebut. Terutama daerah sekitar selatan Afrika sampai Guinea-Bissau .

Menurut rencana Perancis akan menambah 3.000 pasukan. Grup tersebut juga akan dibantu dengan enam pesawat jet tempur, 20 helikopter, dan tiga buah pesawat tanpa awak. Keseluruhan tim akan disebar dari utara Mali , Niger dan Chad .

Keterlibatan militer lokal juga disertakan, tercatat militer dari Burkina Faso dan Mauritania juga ambil bagian.

“Tujuannya mengganggu jalur permanen militan Islam, yang sekarang aktif diantara Libya dan Lautan Atlantik. Kalau terus didiamkan maka bisa mengakibatkan konsekuensi serius bagi keamanan negara,” ujar Le Drian.

Menurut keterangan, pasukan tersebut akan beroperasi setidaknya selama 18 bulan. Presiden Perancis, Francois Hollande berharap peresmian program ini akan bisa dilakukan minggu ini. Selain itu Holllande juga mengatakan kalau pengiriman pasukan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ia telah melihat sendiri kondisi di ibukota Chad , N’Djamena.

Menurut rencana markas induk pasukan baru tersebut juga akan didirikan di Chad. Perlu waktu beberapa bulan ke depan untuk memastikan pos induk militer itu bisa berdiri. Langkah ini sendiri memastikan campur tangan Perancis dengan berbagai negara di Afrika.

Sebelumnya Perancis memang telah lama berada di Afrika, dengan keinginan untuk mengkolonisasi. Namun pandangan baru dari Al-Qaeda disepanjang utara dan barat Afrika, membuat keinginan Perancis menjadi terhambat. Selain itu para militan Islam juga menjadikan tentara Perancis sebagai target. Sampai akhir tahun lalu Perancsi sudah mengirimkan 1.000 pasukan ke Mali , untuk berperang melawan para militan Islam yang bermarkas di utara negara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s