Perempuan Sudan Bebas Memilih Agama

Seorang perempuan Sudan yang dituntut hukuman mati, setelah meninggalkan agama Islam, Senin (23/6/2014) dibebaskan dari penjara. Suaminya, Daniel Wani berencana membawa keluarganya kembali ke Amerika Serikat (AS).

Meriam Ibrahim dituntut hukuman mati, karena memutuskan menikah dengan penganut Kristen dan pindah agama. Menurut hukum Syariah yang dianut negara Sudan , lokasi kewarganegaraan Meriam, hal tersebut pantang dilakukan. Maka Meriam diajukan ke pengadilan sejak Mei 2014 lalu, dan dituntut hukuman mati. Namun pengadilan Sudan akhirnya memutuskan bebas untuk kasus Meriam, dan membiarkan keluarga tersebut pindah ke AS.

“Kami merasa amat senang dengan keputusan tersebut, dan kami berencana akan segera menjemput Meriam secepatnya,” kata pengacaranya, Elshareef Ali.

“Mereka telah membebaskannya dan sekarang ia sedang dalam perjalanan ke rumah,” tambah Elshareef lagi.

Menurut Elshareef, kliennya yaitu Meriam telah menunjukan perjuangan yang mengagumkan selama pengadilan berlangsung.

“Ini adalah kemenangan atas kebebasan beragama di Sudan . Dengan kasus Meriam ini kami percaya tak akan ada lagi kasus serupa yang diajukan ke pengadilan dimasa depan,” sambut Elshareef.

Menurut beberapa pengamat, sangat sulit untuk pemerintah Sudan , agar tidak mengajukan kasus ini ke pengadilan. Mengingat haluan politik islami yang dianut negara tersebut.

Pada tahun 2009, seorang wanita bernama Lubna Hussein juga didakwa karena memakai pakaian yang tak sesuai standar muslimah. Menurut pemerintah kasus itu sebenarnya justru membahayakan bagi si wanita sendiri, karena membiarkan dirinya menjadi calon mangsa lelaki hidung belang. Hingga kemudian Lubna hanya diberikan hukuman denda ringan, dan kemudian dibebaskan.

Meriam sendiri lahir dari keluarga muslim. Kemudian ia menikah dengan Wani, pada tahun 2011 lalu. Karena pernikahan beda agama tersebut, Meriam kemudian dipenjara sejak Februari 2014, bersama dengan anaknya yang masih kecil.

Menurut Elshareef ia tidak melihat adanya tekanan berlebih saat pengadilan. Namun kekuatan media diakuinya menjadi kunci sukses keputusan bebas tersebut.

Sudan dikenal memiliki dominan penganut Islam. Hukum islam telah dianut negara ini sejak tahun 1980-an lalu. Selain keputusan bebas, pengadilan tetap menganggap meriam sebagai muslimah, meskipun ia kini tinggal serumah dengan seorang penganut Kristen ortodok.

Suaminya lahir di selatan Sudan , sebelum akhirnya memilih tinggal di AS pada tahun 1998, setelah perang saudara terjadi disana. Dia bertemu dengan Meriam pada tahun 2011, saat mengunjungi Sudan kembali. Kemudian mereka menikah di gereja di daerah Khartoum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s