Berayun Ombak Nusa Penida

140514_MANTA

Satwa laut Manta Ray terlihat di dekat permukaan laut daerah Nusa Penida, Bali.

Hari baru saja terang, ketika kami bersicepat menuju pelabuhan. Disana sudah menunggu kapten kapal, dengan ikat kepala adat khas Bali. Sambil tetap tersenyum ramah, ia membantu mengangkat semua peralatan menyelam yang akan dibawa.

Sehari sebelumnya pesisir Sanur akhirnya bisa juga dicapai. Setelah menempuh perjalanan melalui udara menuju Bali, dari Jakarta . Dari Sanur perjalanan diteruskan menuju pulau kecil di tenggara Bali , Nusa Penida.

Benar saja kata orang-orang Bali . Kalau ingin melihat Bali dimasa lalu, sempatkan berkunjung ke Nusa Penida. Disana hidup orang-orang Bali yang masih bernuansa 80-an. Seperti lukisan Dali yang tertinggal, kaum wanita masih kadang berjalan dengan tanpa penutup dada disana.

Sekarang kapal laut berisi 30 orang bersicepat dengan ombak. Untung hari sedang cerah, jadi tak perlu terlalu was-was akan datang badai. Beberapa teman lain tampak sibuk menyiapkan peralatan menyelam dibelakang kapal.

Manta Point

Tak berapa lama, kami telah tiba di daerah penyelaman bernama Manta Point. Lokasi ini terkenal karena banyak jenis jenis ikan laut Manta Ray tinggal. Ikan seperti layang-layang itu senang berada di daerah bergelombang, dekat dengan tebing-tebing batu.

140415_MENYELAMI NUSA PENIDA

Penyelaman di Nusa Penida, Bali dilakukan pada kedalaman hingga 10 meter di bawah permukaan laut.

Perahu terus bergoyang-goyang saat satu persatu turun menyelam. Kali ini tak ada kesempatan untuk mengambang. Begitu turun dari kapal, langsung menyelam. Makin lama mengambang dipermukaan laut, malah akan beresiko mual dan kemudian malas menyelam.

Di bawah laut, kondisi sedikit lebih nyaman, meskipun tetap bergoyang juga. Rasanya seperti berada di ayunan tanpa bentuk. Kadang dihempas ke kiri, kadang ke kanan. Pantas saja bila daerah ini tak disarankan untuk penyelam pemula. Karena bisa saja penyelam  justru limbung dan tak mampu mengendalikan diri disini.

Dalam kondisi tak stabil, penyelam lokal yang menjadi penunjuk arah menyarankan tetap bertahan dengan kode di tangan. Dua atau tiga dari kami kemudian seperti bersembunyi disebuah bukit kecil dibawah air. Bagian bawah kapal yang kami tumpangi, terlihat samar di atas kepala.

Tak sampai hitungan sepuluh, tampak seekor Manta turun melayang menuju dasar laut berpasir. Badannya hampir seperempat kapal yang kami tumpangi. Melayang dengan anggun, berbentuk siluet hitam seperti layang-layang.

Manta berikutnya yang dilihat tak jauh berbeda. Kali ini lebih jelas melihat detail bagian bawah badannya. Seperti ada warna merah memenuhi bagian mulutnya yang seperti dua gelambir besar.

Meskipun akhirnya hanya tiga kali melihat satwa tersebut. Tapi itu lebih baik daripada tim lain, yang sama sekali tak melihat satupun Manta di daerah itu.

Crystal Bay

Usai terkagum-kagum dengan Manta, Kapten kapal membawa kami menuju daerah bernama Crystal Bay . Sebuah teluk yang ramai dengan penyelam dan kapal-kapal. Namun tetap dengan ombak yang tak kecil. Akhirnya diputuskan makan siang dulu, sebelum melakukan penyelaman berikutnya.

140514_BUDDIE NUSA PENIDA

Sekelompok penyelam tampak melewati deretan karang jahe di Nusa Penida.

Hampir pukul dua siang, penyelaman berikutnya baru bisa dilakukan. Kali ini sama seperti sebelumnya, kedalaman yang harus ditempuh tak terlalu signifikan sebenarnya. Dibawah laut daerah Crystal Bay , pada kedalaman delapan meter hanya terlihat sedikit terumbu karang. Sebagian besar berisi pasir putih di dasar laut.

Menurut info yang diberikan orang-orang, di daerah ini sering ditemukan ikan Mola-Mola. Ikan berbentuk seperti piring besar atau matahari, sering berjemur di daerah ini. Kemungkinan Mola-Mola berjemur, setelah menempuh perjalanan panjang didasar laut yang dingin.

Dalam upaya pencarian Mola-Mola, harus juga berani bertemu dengan arus bawah laut yang sangat dingin. Bahkan bisa menggigilkan tubuh, kalau tak siap dengan pakaian selam yang layak.

Meskipun akhirnya tak melihat satu Mola-Mola pun disana. Namun hati merasa puas, karena berkesempatan melihat Manta dari bawah laut. Karena sebelumnya pada penyelaman di kepulauan Komodo, Manta hanya dapat dilihat dari atas permukaan laut saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s