Korban Tabrakan Kereta India Bertambah

Jumlah penumpang tewas dalam kecelakaan kereta di India , diperkirakan sudah mencapai 23 orang.  Regu penyelamat terus mencari korban lain, sampai Selasa (27/5/2014) ditemukan juga 52 korban luka lain.

“Kami telah dapat konfirmasi, 23 orang meninggal karena kecelakaan tersebut,” kata Alok Kumar Singh, petugas hubungan masyarakat North-East Railways.

Menurut penjelasan Alok, enam gerbong dipastikan keluar dari rel, dan menabrak stasiun Chureb, di Uttar Pradesh pada hari Senin (26/5) kemarin. Kereta bernama Gorakhdham Express itu sendiri rencananya akan pergi dari kota Gorakhpur ke Hisar di Haryana.

Sementara itu Kepala Perusahaan Kereta Api India, Arunendra Kumar mengatakan kalau hingga terakhir pihaknya terus berusaha mengeluarkan penumpang, yang terperangkap didalam kereta.

“Kami telah selesai mengeluarkan korban di empat gerbong, masih ada dua gerbong lagi yang belum selesai,” ujarnya.

Gerbong yang rusak termasuk kelas satu dan dua yang memiliki pendingin udara. Satu lagi gerbong barang dan peralatan.

“Gorakhpur Express bergerak terlalu cepat, dan terbalik saat mengerem untuk berhenti, tapi sayangnya beberapa gerbong keluar dari rel dekat dengan stasiun,” urai Kumar.

Menurutnya kejadian tersebut seperti melihat dua besi bertabrakan, dan menimbulkan suara teramat keras.

Bahkan dikabarkan banyak orang mendengar suara tabrakan tersebut, sampai 10 kilometer (km) jauhnya dari lokasi kejadian.

“Saya sedang bekerja di ladang saat terdengar peluit dari kereta terdengar keras dan kemudian tabrakan terjadi. Suara tabrakan itu sepertinya parah sekali, sampai sekarang masih terngiang di kuping saya,” uajr seorang penduduk didekat lokasi kejadian.

Kebanyakan korban merupakan pekerja perkebunan, dan berniat pulang kampung ke daerah-daerah sekitar Haryana. Kereta itu meninggalkan Hissar untuk menuju Haryana, yang berada sekitar 46 km didekat Gorakhpur .

Karena lokasi kejadian berada di daerah yang terpencil, maka upaya penyelamatan terus mengalami kesulitan. Menurut aparat yang berwenang setidaknya kini polisi dan petugas kereta api sudah ada dilokasi kejadian.

“Penduduk dan penumpang yang luka segera dipindahkan ke rumah sakit terdekat,” tambah Kumar lagi.

Namun Kumar menampik kalau penyebab kecelakaan lantaran salah sinyal yang diberikan, dan akan memberikan lanjutan setelah investigasi dilakukan.

Kecelakaan tersebut tepat sebelum Perdana Menteri (PM) India , Narendra Modi resmi dilantik. Setelah mengucapkan belasungkawa atas kecelakaan, PM Modi mengatakan akan memberikan ganti rugi kepada tiap keluarga penumpang sebesar 200.000 rupess, atau sekitar US$ 3.389.

Diperkirakan ada 9.000 penumpang dikereta itu, dan tiap harinya 18 juta penumpang memakai jasa angkutan kereta api di India . Kejadian tersebut juga menambah jumlah angka kecelakaan kereta di India . Setelah sebelumnya pada bulan Desember 2013 lalu, 26 orang tewas dalam kecelakaan yang menimpa kereta Nanded-Bangalore Expres, saat menuju kota Andhra Pradesh. Pada bulan Agustus 2013, 28 orang juga tewas seetlah melintas rel kereta di kota Bihar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s