Penyelam Tewas Saat Selamatkan Korban Sewol

Penyelam sipil dikabarkan tewas saat berusaha membantu korban ferry Sewol, di Korea Selatan. Aparat mengatakan, Lee penyelam berusia 53 tahun itu, Selasa (6/5/2014) mengalami pingsan dan kemudian meninggal di rumah sakit.

“Penyelam sipil, Lee, hilang komunikasi dikedalaman 25 meter dibawah laut, lima menit setelah penyelaman pertamanya disana,” kata juru bicara Badan SAR Pemerintah Korea Selatan, Koh Myung-suk.

Saat rekannya menyusul untuk menolongnya, Lee ditemukan dalam keadaan pingsan dan tak bisa bernafas sendiri, tambah Koh.

Lee, yang masih belum diketahui nama lengkapnya, kemudian dibawa dengan helikopter ke rumah sakit.

Park In-ho, Kepala Rumah Sakit dimana Lee meninggal mengatakan kalau sudah dilakukan tes darah. Semua kondisi normal, menurut Park , termasuk kemungkinan dari keracunan potassium. Selain itu pada tes X-ray juga tak ditemukan tanda-tanda kejanggalan.

Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap menginformaskan kalau Lee adalah kru dari Undine Marine Industries. Perusahaan tersebut merupakan spesialis untuk teknik bawah laut dan misi penyelamatan.

Perdana Menteri (PM) Korea Selatan, Chung Hong-won menyatakan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut. Kemudian juga meminta kepada aparat untuk mengecek kembali kondisi kesehatan penyelam, yang membantu upaya pencarian korban kapal Sewol.

Lokasi pencarian diberitakan terus mengalami cuaca buruk. Selain itu arus laut yang kencang, makin menyulitkan upaya pencarian korban. Kesulitan bagi penyelam ditambah dengan resiko berada diruang-ruang kapal terbalik, yang penuh dengan barang mengambang dan menutupi pintu. Dengan waktu sempit mereka masih harus mengecek tiga koridor lagi tersisa.

Dalam pengamatan para penyelamat, banyak puing-puing kapal tersapu arus hingga 15 kilometer (km) dari lokasi kejadian. Regu penyelamat juga kemudian memasang jaring untuk menangkap benda atau korban yang terbawa arus. Selain itu juga dikerahkan kapal pembersih laut dari muntahan bahan bakar kapal, yang mungkin bisa merusak lingkungan dan kehidupan nelayan sekitar.

Hingga minggu ketiga setelah kejadian terbaliknya kapal Sewol, di semenanjung selatan Korea Selatan, upaya pencarian korban masih dilakukan. Jumlah korban yang ditemukan masih terus naik. Sejauh ini tim penyelamat mengabarkan telah menemukan 262 orang korban, dan masih 40 orang belum ditemukan. Kapal Sewol yang terbalik tanggal 16 April lalu, membawa sekitar 476 orang. Hanya 174 orang yang berhasil diselamatkan saat kapal mulai terbalik. Perintah kapten kapal untuk bertahan didalam ruang kapal, membuat kebanyakan penumpang justru tewas terperangkap, karena kapal kemudian terbalik. Sementara kapten kapal malah meninggalkan kapal, dan pergi menyelamatkan diri sendiri. Kebanyakan korban merupakan murid sekolah, yang sedang akan menjalani tur wisata ke pulau Jeju, di selatan Korea .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s