100 Anjing Terkubur Hidup-Hidup di Tiongkok?

Obrolan daring media sosial di Tiongkok, minggu lalu mendadak heboh. Sebanyak 100 anjing dikabarkan terkubur hidup-hidup di utara Tiongkok, tepatnya di dalam region Mongolia .

Semua itu dimulai saat tersebar foto yang menggambarkan sekumpulan anjing terjebak dalam sebuah lubang. Dalam foto tersebut tertulis pesan minta tolong, yang ditujukan pada siapa saja yang melihat foto itu.

“Saya melihat foto anjing terjebak pada sebuah lubang dari WeChat,” kata seorang wanita lokal, yang menolak memberikan namanya kepada CNN. “Kemudian saya dan beberapa sukarelawan yang lain mencoba mencari lubang tersebut dan kami menemukannya.”

Kemudian dengan menggunakan tali, grup sukarelawan tersebut memulai misi penyelamatan anjing pada saat itu juga. Setidaknya ada 20 anjing berhasil diselamatkan kemudian.

“Awalnya kami menggunakan jaring dan ember, tapi tak gampang mengeluarkan anjing dengan alat itu. Kemudian kami mengikat tali menjadi panjang dan membuat simpul lingkaran pada tali, kemudian menuruni lubang tersebut dengan tali, memberikan sedikit makanan yang dibawa untuk anjing-anjing itu, dan membawa mereka keluar dengan menggunakan tali.”

Sayangnya masih terlalu banyak anjing yang tertinggal untuk dikeluarkan. Untuk membantu, mereka mengontak yayasan satwa setempat, Yinchuan Stray Animals Home. Namun saat tim Yinchuan datang untuk menolong keesokan harinya, Rabu (23/4/2014) mereka hanya menemukan beberapa anjing menggonggong galak.

Seramnya, lubang yang disebutkan hari sebelumnya sudah total ditutupi tanah. Karena tak mempersiapkan alat untuk menggali, tim Yinchuan akhirnya memutuskan untuk menolong beberapa anjing yang terlihat disana.

“Anda akan bisa melihat teror dimata mereka, dan mereka teramat sangat takut kepada manusia,” kata Liu, salah seorang sukarelawan dari Yinchuan .

“Mereka tidak akan saling meninggalkan satu sama lain,” tambah sukarelawan yang lain, bernama Zhang. “Mereka terlihat menjadi pendiam dan depresi.”

Jumat (25/4/2014) tim dari Yinchuan kembali lagi ke lokasi lubang itu, dengan membawa excavator dan sekop. Kemudian mereka menemukan enam anjing telah tewas tertimbun. Namun sisa anjing yang lain tak ditemukan bekasnya.

Banyak sukarelawan kemudian berteori kalau anjing yang hilang itu telah dibunuh, kemudian dipindahkan ke lokasi lain. Jikalau demikian, lalu siapa yang seharusnya bertanggung jawab?

Sementara itu, di situs sosial berkembang berbagai pendapat dari hasil temuan itu. Beberapa menyatakan hal tersebut sebagai hal yang memalukan. Sementara yang lain berpendapat tidak berperikemanusiaan. Ada juga yang mengajak untuk memperbaiki hukum mengenai kejahatan pada satwa di Tiongkok, yang sebenarnya negara tirai bambu itu tak pernah punya.

Chengguan, aparat penegak hukum setempat dipersalahkan juga dalam kasus ini. Namun pihak mereka menolak untuk disebut sebagai penanggung jawab kejadian tersebut.

“Penyelidikan kami menunjukan kalau apa yang tersebar dimedia sosial itu tak benar adanya,” kata Wang, juru bicara dari Departemen Penerangan Axla Left Banner, Divisi Administratif di Mongolia Dalam.

Ditengah kontroversi tersebut, kembali orang-orang mempermasalahkan dimana dan apa yang terjadi sebenarnya, pada anjing-anjing yang tak terselamatkan. Wanita lokal yang pernah menolong 20 anjing itu pertamakali, juga merasa tak tahu kemana perginya anjing-anjing lain yang tersisa dilubang itu. “Saya benar-benar tidak tahu. Saya sendiri ingin tahu kemana sebenarnya anjing-anjing itu.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s