Jepang Teruskan Perburuan Paus

Jepang merencanakan tetap melanjutkan aktivitas penelitian ikan paus di Atlantik, meskipun pengadilan internasional memutuskan menghentikannya. Kementerian Perikanan Jepang menyatakan akan tetap menghormati keputusan pengadilan internasional, dengan memperkecil jumlah paus yang diteliti.

Menteri Perikanan Jepang, Yoshimasa Hayashi membeberkan akan mengajukan proposal baru penelitian paus. Penelitian tersebut akan didasarkan pada hukum internasional dan bukti ilmiah didalamnya. Diharapkan proposal tersebut bisa menjadi revisi penelitian sebelumnya di laut Atlantik dan Pasifik. Proposal itu nantinya juga akan diajukan ke Komisi Paus Internasional.

“Jepang juga akan mengekplorasi kembali kerjasama dengan aktivis anti perburuan paus, yang selalu membuntuti kemanapan kapal pemburu Jepang bergerak,” kata Hayashi, Sabtu (26/4/2014).

Pada kesempatan berbeda, Kepala Greenpeace Jepang, Junichi Sato berpendapat kalau pengumuman mengenai perburuan paus yang dikeluarkan pemerintahnya, mengandung kekecewaan besar.

“Kekecewaan itu akan melayang ke wajah pengadilan internasional dan pada akhirnya hanya akan merusak nama baik Jepang di dunia internasional,” ujar Sato.

Sementara itu, organisasi Sea Shepherd Conservation Society melalui pendirinya, Paul Watson merasa skeptis dengan niat Jepang memburu paus untuk penelitian.

“Jika mereka memang berniat meneliti, mereka tak akan membunuh paus sebanyak itu,” papar Watson.

Menurut survey yang dilakukan koran Jepang, Asahi Shimbun minggu lalu disebutkan kalau 60 persen dari responden masyarakat Jepang yang ditanyakan menyetujui kelanjutan penelitian mengenai paus. Hanya 23 persen dari responden yang menolak penelitian paus.

Namun uniknya dari besarnya pendukung penelitian, separuh dari responden mengaku tidak pernah memakan daging paus. Hanya empat persen yang memakan daging paus pada waktu-waktu tertentu saja, 10 persen yang lain makan paus hanya pada kesempatan yang sangat unik.

Sementara mengenai keputusan internasional tentang pelarangan Jepang memburu paus, sebanyak 40 persen responden setuju keputusan tersebut beralasan kuat. Sebanyak 39 persen berpikir keputusan tersebut tidak memiliki alasan kuat.

Menurut data yang ada, Jepang memutuskan akan menurunkan jumlah perburuan paus, dari sebanyak 380 menjadi 210 ekor.

Pengadilan internasional pada 31 Maret 2014 lalu memutuskan Jepang tidak bisa melanjutkan perburuan paus, setelah pengadilan menemukan bukti penyimpangan dari proposal penelitian yang diajukan. Jepang diklaim telah melakukan aksi penipuan dengan mengatakan akan meneliti paus, padahal menjadi dalih untuk perburuan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s