Pendakian Everest Tahun Ini Terancam Gagal

Musim pendakian gunung tertinggi dunia, Everest tahun ini terancam gagal total, setelah longsor menewaskan 16 pemandu dari suku Sherpa, tiga diantaranya masih dicari hingga Rabu (23/4/2014). Para pemandu berencana akan melakukan boikot, dan meminta fasilitas serta sarana medis yang lebih baik serta cepat.

Tusli Gurung, salah seorang pemandu Sherpa memperkirakan sudah setengah dari Sherpa yang ada sekarang memutuskan mengundurkan diri. Pemerintah Nepal sendiri sebelumnya mengumumkan akan mengerahkan 400 Sherpa, untuk mendukung musim pendakian Everest tahun 2014 ini.

“Rasanya mustahil bagi sebagian dari kami untuk meneruskan pendakian, sementara tiga orang dari teman kami masih terkubur dan hilang ditimbunan salju,” kata Gurung.

Sementara itu, Dorje Sherpa, salah seorang Sherpa paling berpengalaman saat ini menyatakan kalau tetap melanjutkan pendakian, berarti tidak menghormati teman-teman mereka yang masih terkubur, dan belum diketahui nasibnya. “Rasanya tak mungkin melangkahi mereka yang masih terkubur dan tak jelas,” ungkap Dorje.

Boikot yang akan dilakukan para Sherpa juga ingin memastikan adanya kepastian sistem darurat penyelamatan yang cepat, serta fasilitas penyembuhan bagi para pemandu.

Hingga terakhir, para Sherpa yang masih ada dibawah, dan diatas kemah induk Everest masih kembali melakukan negoisasi. Pembicaraan diwakili oleh masing-masing pihak dari pemerintah, perwakilan Sherpa dan pemimpin ekspedisi pendakian.

Menurut data, Sherpa mendapatkan gaji sebesar US$ 8.000 untuk tiga bulan sebagai pemandu pendakian. Nilai tersebut 10 kali lebih besar, dari gaji rata-rata perkapita warga negara Nepal yang lain. Namun nilai tersebut sebenarnya kecil, bila dibandingkan dengan pendapatan Negara. Dimana mereka mendapatkan hingga US$ 60.000 untuk tiap orang yang meminta ijin mendaki. Tahun ini sekitar 300 ijin dikeluarkan untuk mendaki Everest.

Sampai terakhir, beberapa penyelenggara pendakian ke puncak Everest sudah memutuskan untuk menghentikan pendakian. Adventure Consultant, Alpine Ascent International, Jagged Globe, sudah menyebarkan berita penghentian pendakian ke Everest tahun ini, melalui situs pribadi mereka.

Jumat (18/4/2014) lalu longsor terjadi di jalur lintasan pendakian Everest, tepatnya didaerah Khumbu Icefall. Lokasi tersebut memang terkenal dengan kerapuhan bentukan saljunya. Terdiri dari bongkahan-bongkahan besar es, yang berasal dari longsoran sebelumnya. Lokasi tersebut tak jauh berada dari kemah induk Everest, sekitar 5.800 meter diatas permukaan laut (mdpl).

13 orang Sherpa ditemukan tewas tertimbun longsor, pada saat itu. Sherpa sendiri berada didaerah tersebut untuk melakukan pengecekan jalur lintasan yang akan dilalui pendaki. Tiga dari Sherpa masih dicari hingga kini. Peristiwa tersebut dianggap yang terburuk, setelah tahun 1996 lalu, enam pendaki tewas saat terkena badai disekitar puncak. Setidaknya hingga tahun 2014 ini, sudah 250 orang tewas saat mendaki ke gunung tertinggi dunia, Everest.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s