Pencarian MH370 Dilanjutkan Ke Bawah Laut

Apabila baterai pemberi sinyal kotak hitam MH370 sudah habis, fokus pencarian akan berpindah pada upaya penyusuran dibawah laut. Peralatan canggih seperti kapal selam tanpa awak akan segera dikerahkan.

“Satelit terus memonitor lautan, kami juga menggunakan gambar panas untuk melihat detail ke arah mana arus bergerak,” papar David Griffin, dari Organisasi Riset Sains Industri Negara Persemakmuran (CSIRO), Rabu (9/4/2014).

Dia menjelaskan kalau lokasi sinyal yang diberikan terakhir, akan dicocokan dengan arus laut yang terjadi. Sehingga tak akan terlalu sulit memperkirakan lokasi pesawat berada, bila benar dibawah laut.

“Dari pengamatan terakhir arus kuat mengarah ke selatan, dan pilihan lain berada di utara dari sinyal terakhir,” katanya.

Sementara itu Simon Boxall, pakar Oseanografi lebih berpikir kalau sinyal terakhir bisa dimanfaatkan untuk mencari puing pesawat.

“Dan bila sinyal tersebut kuat dan besar, maka bisa dipastikan area pencarian bisa dipersemput dari semula 85.000 mil persegi, menjadi hanya 10 mil persegi,” imbuh Boxall.

Hingga beberapa hari yang lalu berbagai cara pencarian sinyal dilakukan. Mulai dari menaruh sonobuoys, sebuah alat ringkas portable pencari sinyal melalui sonar. Namun banyak pihak menyatakan kalau pencarian dibawah laut akan memakan waktu lama, bulanan bahkan tahunan. Hal pertama yang harus dilakukan merupakan pencarian dengan sekaligus pemetaan kembali area yang akan ditelusuri.

Selain melalui satelit pencari panas, penyusuran dibawah laut juga akan didukung oleh kapal selam tanpa awak (AUVs). Selain untuk mencari benda dibawah laut, AUVs kadang digunakan untuk memperbaiki pipa-pipa saluran gas dan minyak dibawah laut. Selain bisa menyelam hingga kedalaman 7.620 meter dibawah laut, AUVs juga didesain bisa mengambil foto hitam putih kondisi di sekitarnya.

AUVs juga pernah digunakan dalam mencari pesawat Air France 447, yan gdiperkirakan jatuh di lautan Atlantik tahun 2009 lalu.

Angus Houston, Kepala Koordinator Kerjasama pencarian MH370 Australia menyatakan akan mengirimkan AUVs bernama Bluefin-21. Diharapkan AUVs bisa menyusur ke dasar laut, dimana lokasi sinyal terakhir terdeteksi.

Dua sinyal terakhir, bernada ‘ping’ diketahui berada sejauh 1.680 kilometer (km) dari pesisir barat Australia . tepat tanggal 8 April lalu, pesawat MH370 lenyap tanpa bekas. Upaya pencarian terus dilakukan, hingga mendapatkan sinyal tak dikenal, namun dipastikan berasal dari kotak hitam, di Samudra Hindia bagia barat Australia .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s