Belajar dari Gempa Chile

Menarik memperhatikan kondisi gempa dahsyat yang baru saja terjadi di Chile. Dengan gempa sebesar 8,2 Skala Richter (SR), hanya enam orang yang tewas. Kondisi tersebut disebut sebagai keberhasilan, mengelola manajemen bencana.

Rabu (2/4/2014) gempa mengguncang bagian utara Chile, malamnya segera tersiar kabar akan adanya potensi tsunami. Kemungkinan seluruh wilayah Asia Pasifik bisa saja terdampak gelombang tsunami ini. Namun Indonesia diperkirakan hanya akan terdampak sedikit, atau bahkan tidak sama sekali.

Diperkirakan 928.000 orang di evakuasi, kata Ricardo Toro, Direktur Darurat Nasional Chile.

“Sekitar 2.500 rumah di sekitar bagian utara kota Iquique, juga di daerah Alto Hospicio dan Ramon Galleguillos mengalami kerusakan serius,” urai Ricardo lagi.

Chile sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan deretan gunung api. Maka negara tersebut juga merupakan bagian dari “Ring of Fire” dunia. Keberadaan gunung api tersebut juga dibarengi dengan lokasi tumbukan lempeng bumi dibagian baratnya.

“Makanya daerah itu sering terkena gempa dan gunung meletus,” kata Mark Simons, pakar geofisika dari Caltech Pasadena, California.

Sejak 1973, Chile telah mengalami lusinan gempa dengan besaran sampai 7,0 SR lebih. Menurut Simon, dalam seminggu ini saja sekitar 50 – 100 gempa kecil terjadi di Chile. Sementara gempa sebesar 6,7 SR dan 6,1 SR pernah terjadi sekitar akhir bulan Maret 2014 lalu.

Namun pemerintah Chile kali ini menyatakan terkejut, karena menurut laporan terakhir hanya ada enam korban jiwa dari peristiwa ini.

Bila dibandingkan dengan gempa 8,8 SR yang terjadi di Chile, pada tahun 2010 lalu. Lebih dari 500 orang meninggal dunia, merusak 220.000 rumah dan menimbulkan kerugian sampai US$ 35 milyar. Minimalnya jumlah korban menjadi indikasi kemajuan upaya mitigasi bencana yang dilakukan.

 

Kunci Keberhasilan

Salah satu keberhasilan terbaik mereduksi dampak bencana gempa, merupakan perbaikan konstruksi bangunan. Setelah gempa besar tahun 1960, Chile mulai mengembangkan strategi nasional untuk mengimprovisasi kemampuan gedung bertahan dari gempa. Hasilnya ditelurkan kode desain seismik untuk bangunan, rumah dan kantor. Dalam kode tersebut konstruksi bangunan dibuat mampu mengikuti goyangan gempa, ketimbang hanya dibuat sangat kuat saja.

Menurut laporan Badan Dunia untuk Reduksi Resiko Bencana (UNDRR) tahun 2011 lalu, bangunan di Chile saat itu terus memainkan peranan besar dalam melindungi orang-orang.

Keberhasilan lain merupakan berfungsinya peringatan dini bencana. Para ahli yang mempelajari gempa 2010 di Chile menyatakan kalau besarnya jumlah korban tak bisa hanya disalahkan karena gempa, sebab tsunami yang terjadi setelahnya jelas membuat jumlah korban tewas bertambah besar.

Sejak tahun 2010, telah ditanam sirine sistem peringatan dini yang lebih komprehensif. Kebanyakan sirine ditanam didaerah pesisir. Sirine tersebut juga dilengkapi dengan panel kontrol dan baterai cadangan. Pihak Angkatan Laut Chile yang kemudian bertanggung jawab untuk membunyikan sirine, bila memang ditemukan tanda-tanda akan terjadinya tsunami.

Selain sirine, sistem komunikasi publik juga diperbaiki. Pelajaran yang diterima Chile sebelumnya adalah minimnya komunikasi membuat penanganan bencana menjadi ngawur. Bahkan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan tahun 2011 lalu, disebutkan pemerintah Chile sempat mati total selama 12 jam, paska gempa terjadi tahun 2010.

Untuk meminimalisasi kemungkinan tersebut terjadi lagi, pemerintah kemudian menanamkan sebuah sistem peringatan yang dibuat oleh perusahaan Israel, bernama eVigilo. Sistem tersebut mencoba mengembangkan peringatan berbasis geologi, bisa memberikan info saat diperlukan, bisa menyalurkan informasi bencana kepada masyarakat melalui berbagai platform media, mulai daari televisi, radio, telepon genggam, pesan pendek elektronik, email, dan bahkan juga di papan nama elektronik yang banyak bertebaran di kota.

Keberhasilan yang lain merupakan kemampuan meredam aksi penjarahan massa, yang panik karena terkena bencana. Sekali lagi, belajar dari gempa tahun 2010 yang menyebabkan penjarahan terjadi di kota Concepcion dan Talcahuano. Pemerintah kali ini segera mengirim gabungan aparat, untuk meredam massa.

Presiden Chile, Michelle Bachelet menyatakan telah mengirim 300 tentara dan polisi anti huru-hara, setelah gempa terjadi. Sehingga penjarahan yang ditakutkan kembali terjadi bisa dihindari kali ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s