Presiden Taiwan Ajak Mahasiswa Berunding

Presiden Taiwan , Selasa (25/3/2014) menawarkan perundingan dengan para pemimpin demonstran mahasiswa yang mengambil alih gedung parlemen selama seminggu ini, untuk menghentikan ratifikasi perjanjian dagang dengan China .

Perundingan bertujuan untuk menghindari berbagai perubahan eskalasi politik, setelah sekitar 100 orang terluka akibat kanon air yang dilepaskan polisi Taiwan, untuk membubarkan demonstrasi didekat istana negara satu hari sebelumnya.

“Kelumpuhan telah berdampak pada operasional parlemen dan pemerintah, Presiden Ma Ying-jeou berkeinginan untuk bertemu dengan para pemimpin mahasiswa di kantor kepresidenan untuk membahas perjanjian dagang tersebut, agar bisa membantu parlemen membuat resume operasionalnya,” tutur juru bicara Presiden Ma, Li Jia-fei.

Namun bukan berarti wakil-wakil dari mahasiswa mau langsung menerima undangan tersebut. Perdana Menteri Taiwan , Jiang Yi-huah pada Sabtu (22/3) lalu sebenarnya telah bertemu dengan para demonstran, tapi tak ada kesepakatan yang tercapai.

Perjanjian dagang itu sendiri rencananya akan diratifikasi pada bulan Juli 2014 mendatang. Perjanjian itu didesain untuk membuka kembali kerjasama antar negara Taiwan dan China , yang telah terpisah sejak perang saudara yang terjadi 65 tahun lalu.

Para demonstran bilang kalau perjanjian itu akan merusak ekonomi Taiwan , dan menimbulkan kerentanan tekanan politik yang menguntungkan China .

Presiden Ma telah memberi peringatan kalau kesalahan pada ratifikasi tersebut bisa mempengaruhi kebijakan Taiwan untuk mendorong perdagangan bebas, dan menolak isolasi dalam bentuk blok negara-negara dengan ekonomi yang sama.

Para pemrotes kemudian meminta Ma untuk mengembalikan pakta perdagangan kembali ke China , dan menolak kebijakan pemerintah untuk meratifikasi perjanjian itu.

Kemelut mengenai pakta perdagangan tersebut telah dimulai sejak minggu lalu, setelah disetujui oleh kelompok komite parlemen, tapi kelompok oposisi kemudian bersikeras menganggap kalau persetujuan tersebut merupakan langkah ilegal.

Para mahasiswa yang menolah kemudian memaksa mengambil alih parlemen, beberapa hari setelahnya. Mereka kemudian meminta pemerintah untuk mengecek kembali pakta tersebut, pasal demi pasal.

Pakta kerjasama itu merupakan kelanjutan dari persetujuan mengenai Kooperasi Jaringan Kerja Ekonomi, yang ditandatangani tahun 2010 lalu, yang bertujuan untuk mengurangi halangan perdagangan antara China dan Taiwan. Presiden Ma sendiri terlihat terus membangun hubungan dengan Beijing sejak memegang tampuk kekuasaan pada tahun 2008 lalu. Ia bersikeras bentuk kerjasama tersebut akan mendukung prioritas perdagangan Taiwan dan mengembangkan jaringan pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s