Burung Indonesia Bertambah Tujuh Jenis

burung indJumlah spesies burung di Indonesia diklaim bertambah tujuh spesies. Penambahan  jumlah berasal dari identifikasi baru yang berhasil dilakukan sepanjang tahun 2013 lalu. “Penambahan tersebut berasal dari catatan baru sebaran tujuh jenis burung (new record) yang dimuat dalam jurnal ilmiah pada kurun 2010-2012,” ujar Jihad, Bird Conservation Officer Burung Indonesia , Jumat (7/3/2014).

Kini diperkirakan jumlah jenis burung di tanahair bertambah dari 1.598 jenis pada 2012, menjadi 1.605 jenis pada 2013. Berdasar temuan sejumlah peneliti, beberapa jenis burung yang sebelumnya belum pernah tercatat di tanahair ternyata juga ditemukan di Indonesia .

Jenis baru yang ditemukan meliputi camar punggung-hitam kecil (Larus fuscus) yang terlihat di Pulau Wetar, penggunting-laut Heinroth (Puffinus heinrothi) di perairan Taliabu, alap-alap dahi-putih (Microhierax latifrons) di Kalimantan Timur, gagang-bayam belang (Himantopus himantopus) di Sumatera, kedidi Baird (Calidris bairdii) di Papua Barat, kaki-rumbai merah (Phalaropus fulicarius) di Jawa, dan apung zaitun (Anthus hodgsoni) di Kalimantan Timur.

Tetap Terancam

Menurut Jihad, dari keseluruhan jenis burung di Indonesia, 126 di antaranya masuk dalam kategori terancam punah, meliputi 19 jenis Kritis, 35 Genting, dan 72 Rentan. Secara keseluruhan, jumlah tersebut masih sama dengan tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, tiga jenis burung mengalami kenaikan status keterancaman. Bangau bluwok (Mycteria cinerea) naik dari Rentan (Vulnerable) menjadi Genting (Endangered), demikian juga dengan kakatua putih (Cacatua alba). Yang memprihatinkan, poksai kuda (Garrulax rufifrons) mengalami kenaikan status secara drastis dari semula Mendekati Terancam (Near Threatened) naik dua tingkat menjadi Genting.

Namun, ada pula kabar menggembirakan dari tiga jenis burung yang mengalami penurunan status keterancaman. Mambruk Victoria (Goura Victoria ) keluar dari zona keterancaman dari semula Rentan menjadi Mendekati Terancam. Demikian pula dengan nuri-ara Salvadori (Psittaculirostris salvadorii) yang turun dari status Rentan menjadi Risiko Rendah (Least-Concern). Sementara cekakak-pita kofiau (Tanysiptera ellioti) masih berada dalam zona terancam punah karena hanya turun satu tingkat dari status Genting menjadi Rentan.

Berdasar data BirdLife International, Indonesia saat ini menduduki peringkat lima besar dalam hal kekayaan jenis burung setelah Colombia, Peru serta Brazil, dan bersaing ketat dengan Ekuador. Sayangnya , Indonesia juga menempati peringkat tiga besar dalam hal jumlah jenis yang terancam punah. Peringkat pertama ditempati oleh Brazil , disusul Peru pada posisi kedua. Sementara dalam hal endemisitas atau kekhasan jenis burungnya, Indonesia yang memiliki 380 jenis burung endemik jauh mengungguli negara-negara lain di dunia dan berada di peringkat pertama.

Terganggu Perubahan Iklim

Menurut Asman Adi Purwanto dari Raptor Indonesia (Rain) ancaman bagi burung di Indonesia juga mengenai migrasi burung, yang mengalami perubahan karena perubahan iklim.

“Terutama dari waktu migrasi yang mengalami waktu mundur dari biasanya. sebenarnya waktu yang mengalami kemunduran bukan terjadi tahun ini, tapi sudah beberapa tahun ini,” ujarnya.

Seperti di Thailand, info yang didapatkan Asman dari rekan disana menyebutkan untuk raptor atau pemangsa jenis elang yang bermigrasi, terpantau mundur sekitar dua minggu.

“Kemungkinan memang dampak dari perubahan iklim. Terkait perubahan iklim sepertinya yang menyebabkan kondisi hangat di benua utara lebih lama sehingga burung-burung yang akan bermigrasi keberangkatannya mundur,” imbuh Asman.

Raptor yang melintas, masuk ke beberapa wilayah di Indonesia . Menurut penjelasan seperti di Sumatera ada sekitar 11 jenis burung pemangsa melakukan migrasi, empat diantaranya teridentifikasi menetap cukup lama. Sementara di Kalimantan terdapat tujuh jenis burung dan hanya satu jenis yang menetap. Di Jawa burung yang bermigrasi ada 10 jenis. Di Sulawesi ada delapan termasuk satu migrasi dari Australia . Maluku terdapat lima jenis burung migrasi. Nusa Tenggara terdapat delapan jenis, dan Papua memiliki jenis burung migrasi sebanyak delapan jumlahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s