Waspada Lahar DIngin Kelud

Ratusan juta kubik lahar dingin diperkirakan bisa menjadi ancaman bencana lanjutan akibat letusan gunung Kelud. “Sekitar 105 juta meter kubik material vulkanik ada di gunung Kelud sekarang. Setengahnya sudah keluar setelah letusan dalam bentuk abu dan kerikil, separuhnya masih berada disekitar kawah,” ujar Kepala Badan Geologi, Surono, Senin (17/2/2014).

Potensi material vulkanik tersebut yang kini dikhawatirkan bisa mendatangkan bencana lahar dingin. Terutama bila hujan turun, maka luncuran material vulkanik dalam bentuk lahar dingin bisa makin berbahaya terjadi.

Diperkirakan ada tujuh sungai yang rentan mengalirkan lahar dingin Kelud. Lima diantaranya mengalirkan lahar dingin ke Kabupaten Blitar. Dua lainnya ke Kediri.

Di Kabupaten Kediri, lahar dingin akan mengalir di Kali Konto di Kecamatan Kunjang, Kali Serinjing di Kecamatan Puncu, Kali Ngobo di Kecamatan Plosoklaten dan Kayen Kidul, Kali Sukorejo di Kecamatan Gampengrejo dan Kayen Kidul, Kali Gedog di Kecamatan Ngadiluwih, dan Kali Dermo di Kecamatan Gurah.

Sementara, di Kabupaten Blitar antara lain Kali Badak di Kecamatan Ponggok dan Nglegok, Kali Termas Lama di Kecamatan Wonodadi dan Udanawu, Kali Termas Baru di Kecamatan Udanawu, Kali Putih di Kecamatan Garum dan Gandusari, Kali Lekso di Kecamatan Gandusari, Wlingi, dan Selopuro, serta Kali Semut di Kecamatan Wlingi dan Gandusari.

Mengenai kondisi gunung api lain seperti Bromo, Semeru, Anak Krakatau yang diberitakan mengalami peningkatan, menurut Surono harus diperhatikan dengan cermat, mengingat status gunung-gunung tersebut memang sudah naik menjadi siaga jauh sebelum gunung Sinabung dan Kelud meletus. Hingga saat ini hanya ada dua gunung yang berstatus awas, yaitu Sinabung dan Kelud. Sisanya berstatus normal, siaga, dan waspada. 

Sementara itu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan adanya potensi hujan di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga akhir minggu ini. 

Kepala bidang peringatan dini BMKG, Achmad Zakir menyatalan potensi hujan tersebut karena adanya pumpunan angin memanjang dari Selat Sunda hingga Laut Flores. Kelembaban udara cukup tinggi serta suhu muka laut di wilayah perairan Indonesia yang hangat mempengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia bagian Timur. Wilayah yang berpotensi hujan lebat adalah Jawa Tengah bagian Selatan, DI Yogyakarta, Jawa Timur bagian Selatan, Bali, Kalimantan Utara bagian Timur, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua bagian Tengah

Sementara itu wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang / puting beliung adalah Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku bagian Tenggara. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s