Korban Longsor Jombang Masih Dicari

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan korban longsor di Jombang diperkirakan sebanyak 15 orang. Lima orang ditemukan telah meninggal, Selasa (28/1/2014) pagi ini, sementara 10 orang lainnya masih dicari keberadaannya. Demikian diungkapkan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo P Nugroho di Jakarta.

Menurut Sutopo bencana longsor tepatnya terjadi di Dusun Kopen, Desa Mekarsari, Kecamatan Gareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Longsor terjadi pada pukul 02.00 WIB, setelah hujan lebat terjadi semalaman.

Diperkirakan sebanyak lima rumah mengalami kondisi rusak parah karena longsor tersebut. Hingga kini, Badan Nasional Penanggulangan Daerah (BPBD) Jombang, bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Sar Nasional (Basarnas) masih mencari perncarian korban.

Adrin Tohari, peneliti gerakan tanah dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan bencana tanah longsor masih akan banyak terjadi di wilayah perbukitan di Pulau Jawa. Bencana longsor diperkirakan terutama akan terjadi di Jawa Barat dan Pulau Sumatera, terutama Sumatera Barat, serta Sulawesi Selatan.

“Di propinsi Jawa Barat, hampir semua wilayah perbukitan di semua Kabupaten rentan terhadap tanah longsor, yaitu area Bandung Barat, Purwakarta, Cianjur, Sumedang, Majalengka,” ujar Adrin.

Akan tetapi perlu diketahui bahwa ancaman tanah longsor di setiap wilayah akan berbeda, karena faktor kondisi geologi dan kemiringan lereng daerah tersebut. Sebagai contoh, wilayah Sumedang akan lebih banyak terjadi tanah longsor tipe rayapan, sedang di Bandung Barat akan banyak terjadi tanah longsor tipe luncuran dan aliran.

“Tanah longsor tipe luncuran atau aliran akan banyak memakan korban jiwa dan kerugian harta benda, sedang tipe rayapan akan cenderung menyebabkan kerugian harta benda saja,” tambah Adrin.

Hal itu dijelaskan Adrin karena kejadian tanah longsor tipe rayapan dapat diketahui dengan munculnya retakan di permukaan tanah, miringnya tiang listrik dan retakan pada dinding dan lantai rumah. Untuk maka wilayah perbukitan dengan kemiringan yang curam dapat menimbulkan ancaman tanah longsor tipe luncuran pada penduduk yang tinggal di kaki lereng.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s