Hujan Reda, Waspada Penyakit Paska Banjir

Cuaca hujan di Indonesia hingga Minggu (26/1/2014) mendatang diperkirakan akan makin ringan. Namun ombak di perairan Sulawesi justru bisa mencapai empat meter. Masyarakat diharapkan waspada pada penyakit paska banjir.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan curah hujan sebagian besar wilayah Jakarta dan daerah penyangga seperti Bekasi, Bogor , dan Depok akan berkurang. Kebanyakan akan tetap mengalami hujan, dalam dalam kategori ringan.

Beberapa wilayah Indonesia , seperti Kalimantan, Sulawesi , Maluku, Sumatera dan Papua sebagian besar juga disimpulkan akan mengalami hujan ringan. Yang perlu dikhawatirkan merupakan dampak dari badai Lingling, yang kini menimpa daerah utara Sulawesi .

“Dampak yang pasti terjadi yaitu adanya peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi,” ujar Kepala Bidang Peringatan Dini BMKG, Achmad Zakir.

Gelombang laut dengan ketinggian 3-4 meter berpeluang terjadi di wilayah Laut Sulawesi, Perairan Utara Halmahera, Perairan Kep. Sangihe dan Kep. Talaud, Perairan Bitung – Manado , dan Samudera Pasifik sebelah utara Halmahera , urai Zakir.

Hujan yang diperkirakan makin reda, justru akan menumbuhkan penyakit. Ari Fahrial Syam dari Departemen Ilmu Panyakit Dalam FKUI-RSCM, Selasa (21/1/2014) mengatakan penaykit paska banjir bisa dikategorikan dalam tiga kelompok. Pertama pnyakit yang ditularkan makanan dan minuman. Jenis ini disebut penyebaran secara fecal oral. Penyakit yang timbul seperti infeksi kolera, disentri, rotavirus serta demam typhus. Pasien dengan infeksi usus bisa datang dengan diare, muntah berak, mulas saat buang air besar dan ada darah.

Jenis  penyakit kedua yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit jenis ini misalnya Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), yang dibawa melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

“Pada banjir besar tahun 2007, Jakarta pernah mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit DHF, pada saat itu kita mengetahui Jakarta lumpuh akibat akibat genangan air terjadi pada lebih setengah wilayah Jakarta,” urai Ari.
Penyakit ketiga yang ditularkan melalui tikus. Salah satu jenis penyakit adalah Leptospirosis. Penyakit tersebut dibawa melalui kencing  dan kotoran tikus dalam genangan banjir.

“Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita,” tambah Ari.

Pasien dengan leptospirosis datang dengan keluhan demam tinggi mendadak, sakit kepala, mual muntah, lemas, nyeri otot terutuma otot betis, mata merah dan timbul kuning pada mata dan kulit. Penyakit leptospirosis sangat berbahaya jika penyakit berlanjut dengan berbagai komplikasi antara lain terjadi kerusakan ginjal, peradangan pankreas, liver, paru dan otak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s