Sinabung Sudah 254 Kali Meletus

Mulai Sabtu (4/1/2013) hingga Jumat (10/1/2013) kemarin, letusan gunung Sinabung sudah mencapai 254 kali. Sementara gempa hybrid terjadi 9.403 kali, guguran awan panas sebanyak 643 kali. “Ini mengindikasikan pembentukan kubah lava sangat intensif. Diperkirakan Sinabung masih akan terus meletus dalam waktu dekat,” urai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo P. Nugroho.

Menurut keterangan Sutopo, hari Jumat (10/1/2013) kemarin terjadi 24 letusan yang mencapai tinggi letusan 4.000 meter (m) mengarah ke utara. Sementara luncuran awan panas ke arah Tenggara-Selatan dengan daya jelajah mencapai sejauh 1.500-4.500 m. Oleh karena itu wajar bila daerah radius 5 kilometer (km) dan 7 km di sisi tenggara harus kosong dari aktivitas penduduk.

Sementara itu Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi, Surono menyatakan instansinya tidak pernah dan tidak akan mengeluarkan prakiraan atau ramalan akan terjadi dan tidak akan terjadi Letusan gunung Sinabung pada hari dan jam tertentu.

“Jika ada isu-isu melalui sms dan atau melalui media lainnya, kami tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Masyarakat agar tidak mempercayai informasi atau isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat agar selalu mengacu informasi dari Muspida atau dari petugas PVMBG di pos pengamatan Gunung Sinabung.

Surono juga menambahkan, masyarakat yang harus mengungsi adalah yang bertempat tinggal dalam radius atau jarak 6 km dari Puncak gunung Sinabung. Masyarakat yang bermukim lebih jauh dari 6 km dari puncak G. Sinabung tidak perlu mengungsi.

Menurut data dari Sekretaris Ketua Tanggap Darurat Kabupaten Karo, Ronda Tarigan jumlah pengungsi saat ini mencapai 24.949 jiwa. Pengungsi tersebut tersebar di 37 titik pengungsian. Terakhir titik pengungsian bertambah lima lagi, yaitu Jambur Siabang-abang, Losd Lau Gumba, Lapangan futsal Lau Gumba, GBKP RG Sumbul, dan Gereja Adven Sumbul.

Informasi dari Badan Geologi memberikan rekomendasi jika terjadi hujan abu, masyarakat untuk diam di dalam rumah, dan apabila berada di luar rumah disarankan memakai masker, penutup hidung dan mulut serta pelindung mata.

Sementara bagi atap rumah masyarakat yang terkena dampak dari hujan abu vulkanik tebal, agar segera membersihkan atap bangunan, untuk mencegah robohnya atap karena beban berat.

Bagi masyarakat yang terganggu akibat hujan abu vulkanik lebat terutama anak – anak dan masyarakat rentan lainnya di sekitar Sinabung, dapat diungsikan sementara hingga hujan abu lebat mereda.

Sehubungan dengan meningkatnya intensitas curah hujan, maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s