Neanderthal Dapat Bersuara Seperti Manusia Modern

Analisis terbaru pada fosil tulang tenggorokan manusia purba Neanderthal, menunjukan kemampuan untuk berbicara. Seperti sudah diduga saat pertama kali ditemukan tahun 1989 lalu, fosil tulang tenggorokan tersebut, memang mirip milik manusia modern sekarang. Setelah melalui uji model komputer, tentang bagaimana kerja fosil tenggorokan itu, didapatkan hasil yang mirip dengan cara manusia modern mengeluarkan suara.

Hasil penemuan ini kemudian dipublikasikan pada Jurnal Plos One, awal Januari 2014 ini. Pada jurnal tersebut disebutkan sebagai penelitian paling sugestif, mengenai suara-suara kompleks yang diciptakan Neanderthal. Tulang tenggorokan sangat berpengaruh pada terciptanya suara, karena menyokong akar dari lidah. Pada satwa jenis primata, lokasi akar lidah tidak pada posisi yang sama seperti manusia, sehingga mengeluarkan suara berbeda.

Kemudian sebuah tim peneliti internasional melakukan analisa fosil tenggorokan Neanderthal, dengan tehnik penyinaran X Ray yang menghasilkan gambar 3 Dimensi (3D). Selain itu juga dilakukan uji permodelan secara mekanik. Dengan dua model uji tersebut diharapkan para peneliti bisa melihat kaitan antara tulang dan organ tenggorokan lain.

“Dari hasil uji tersebut terlihat kalau tulang tenggorokan tersebut tidak sama persis seperti milik manusia modern sekarang, tapi digunakan seperti manusia modern,” urai Stephen Wroe dari Universitas New England, Australia.

Hasil penemuan ini sendiri sebenarnya cukup menghebohkan. Mengingat banyak orang bilang kalau kemampuan untuk berbicara dan berbahasa, merupakan karakter dasar yang membuat seseorang menjadi manusia. “Apa jikalau memang Neanderthal bisa bersuara dan berbahasa seperti saat ini, berarti mereka manusia juga,” imbuh Wroe.

Salahsatu tulang tengkorak Neanderthal tertua yang ditemukan, berumur sampai 60.000 tahun yang lalu. Namun tulang tengkorak tersebut tak ditemukan bersama dengan tulang lehernya. Hingga pada tahun 1989, ditemukan tulang Neanderthal di Goa Kebara di Israel, lengkap dengan tulang tenggorokan.

Namun Wroe dalam keterangannya menyatakan agar tak terlalu terburu-buru menerima hasil penelitian tersebut. Menurutnya beberapa penelitian lanjutan harus dilakukan, agar asumsi tersebut bisa makin terbukti benar.

Manusia purba Neanderthal dikenal dengan wajah lebar dan tidak memiliki dagu. Bentuk dan tinggi tubuhnya juga lebih rendah dari manusia modern saat ini. Mesipun banyak pihak masih meragukan posisi manusia Neanderthal sebagai mata rantai yang hilang, namun sebuah penelitian pada gen tulang Neanderthal ditemukan 1 – 4 persen memiliki kesamaan dengan ras Eurasian yang ada saat ini.

Ilmuwan lain pada penelitian tersebut, Dan Dediu dari Institut Max Plank, Belanda juga menyatakan pendapat senada. Dalam pengamatannya hasil dari proses uji model memang menunjukan kalau tulang tenggorokan manusia purba Neanderthal, memiliki kemiripan dengan milik manusia modern. “Tidak hanya dari bentuk juga dari penggunaan mekaniknya,” papar Dediu.

Menurutnya secara jelas penelitian tersebut membuktikan, kalau kemampuan bersuara sebenarnya sudah dimiliki oleh manusia purba. Namun studi tersebut baru tahap awal dan kemudian diharapkan adanya studi lanjutan tentang proses suara pada satwa primata lain. Sehingga dapat ditemukan variasi wacana pembanding selain pada manusia modern.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s