Timbal Pada Cat Bisa Rusak Otak Anak

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, sebanyak 600.000 anak terkontaminasi racun timbal dari cat per tahun. Tiap negara disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap peningkatan jumlah penderita tersebut. “Diperkirakan ada 143.000 kematian per tahun datang dari racun timbal, dan timbal yang berasal dari cat menduduki posisi pertama,” ujar Maria Neria, Direktur Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO, Sabtu (19/10/2013).

WHO memperkirakan timbal merupakan sumber utama racun yang bisa merusak kesehatan anak, ibu dan pekerja dalam usia produktif. Mereka terkontaminasi melalui kontak langsung dengan cat, mulai dari saat mulai digunakan, hingga saat berada dirumah.

“Salahsatu berita baik hanya menerapkan regulasi jumlah partikel anasir cat yang disesuaikan dengan kesehatan masyarakat,” tambah Maria.

Menurutnya timbal dari cat masih tinggi dinegara-negara berkembang. Hal itu terjadi lantaran negara-negara tersebut masih belum menerapkan regulasi tes kesehatan terhadap cat. Namun hal tersebut patut dipahami lantaran ketidaktahuan para konsumen, dan pengatur kebijakan negara.

Sebelumnya, Yuyun Ismawati dari BaliFokus menyatakan sebagian besar produsen cat di Indonesia masih menggunakan bahan-bahan berbahaya mengandung timbal.

“Kontaminasi dalam jumlah yang sedikit saja dari timbel cat tersebut, bisa berdampak jangka panjang terhadap intelejensia dan perilaku anak. Jadi bila terkontaminasi dalam jumlah tinggi bisa mengakibatkan masalah serius karena merusak dalam jangka panjang,” imbuh Yuyun.

Menurut Yuyun pada tahun 2011 lalu, lebih dari 32 juta anak Indonesia yang diindikasikan memiliki potensi terkontaminasi cat. Pasalnya mereka bersekolah diruang-ruang yang di cat dengan bahan yang memiliki timbal tinggi.

Pada studi yang pernah mereka lakukan, dari 78 sampel cat dari 28 produsen. Sebanyak 77 persen dari sampel tersebut dianalisa memiliki timbel lebih tinggi dari 90 parts per million (ppm). Konsentrasi timbel tertinggi bisa mencapai 116.000 ppm. Secara rata-rata jumlah timbel dari cat mencapai angka 18.500 ppm.

Indonesia sendiri telah mencanangkan Program Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan. Program tersebut merupakan implementasi dari Deklarasi Rio +20. Dimana pada fase pertama program tersebut akan fokus pada bangunan hijau, gedung hijau, industi hijau dan wisata hijau, yang diharapkan mencapai target pada tahun 2015-2019.

Dengan berdasarkan program tersebut, BaliFokus menyarankan agar pemerintah Indonesia membuat regulasi untuk membatasi jumlah timbel di cat, hanya 90 ppm saja. “Jumlah timbal sebanyak 90 ppm sesuai dengan standar dunia dan produksi cat tersebut juga bisa dijual di internasional,” papar Yuyun.

Kontaminasi timbal dari cat ini tak dapat diremehkan efeknya. Bila terkontaminasi dalam jumlah banyak maka bisa menyebabkan kerusakan otak dan bisa membuat koma, bahkan kematian. Anak-anak yang terkontaminasi secara berkelanjutan bisa menyebabkan penurunan intelejensia dan gangguan perilaku. Sementara ekposur pada orang dewasa bisa menyebabkan gangguan pada ginjal dan meningkatkan tekanan darah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s