Manusia Penyebab Terbesar Perubahan Iklim

Penyebab perubahan iklim diklaim 95 persen bersumber dari manusia. Kenaikan muka air laut disebutkan nyata terjadi, lapisan es terus menyusut dan jumlah Gas Rumah Kaca (GRK) makin bertambah tinggi. Demikian menurut Panel antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovermental Panel for Climate Change/IPCC), dalam laporan terbaru mereka yang diluncurkan akhir minggu keempat September 2013 lalu.

“Penilaian sains kami menemukan kalau atmosfer dan laut makin panas, jumlah salju dan lapisan es terus menyusut, tinggi permukaan laut rata-rata makin naik dan konsentrasi gas rumah kaca juga meninggi,” ujar Qin Dahe, salah satu pemimpin dari IPCC.

Dalam laporan yang disebarkan, manusia diperkirakan telah menjadi penyebab perubahan iklim, sejak tahun 1950. Kebanyakan penyebab berasal dari pemakaian energi, yang mencapai 90 persen dari total GRK di angkasa. Karbondioksida (CO2), yang menjadi unsur utama penyebab perubahan iklim naik dari sekitar 320 ppm pada tahun 1960, menjadi mendekati 400 ppm pada tahun 2010.

Sementara jumlah lapisan salju juga diperkirakan menurun. Salju di laut Arktik menyusut dari yang semula seluas 10 juta kilimeter persegi (km2) pada tahun 1900, menjadi hanya 6 juta km2 pada tahun 2000. Hilangnya lapisan salju tersebut membuat permukaan laut juga meninggi. Tercatat kenaikan mencapai 150 milimeter (mm) pada tahun 2000, bila dibandingkan dengan muka air laut pada tahun 1900.

Sebelumnya Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) mengumumkan mengenai Strategi NasionalPengembangan Sumber Daya Alam untuk penanganan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Kepala Harian DNPI, Rachmat Witoelar menyatakan Strategi nasional ini merupakan program dari UNCC: Learn, dimana Indonesia terpilih sebagai salah satu negara percontohan.

Untuk pelaksanaan strategi nasional ini, Pemerintah Swiss melalui UNCC:Learn kemudian menyediakan hibah sebesar lebih kurang USD 180 ribu kepada Indonesia untuk memfasilitasi pengembangan National Climate Change Learning Strategy yang tujuannya untuk menyusun Strategi Nasional Pengembangan Kapasitas sumber daya manusia, untuk mendukung kegiatan aksimitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Disepakati terdapat sekitar 17 prioritas kegiatan yang terkait dengan pendidikan, latihan, dan peningkatan penyadaran masyarakat untuk perubahan iklim, yang terbagi dalam sektor kehutanan dan lahan gambut, energi dan transportasi, pertanian, industri, dan limbah,” urai Rachmat.

Menurutnya Strategi Nasional ini telah sejalan dan mendukung implementasi target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Nasional, yang dicanangkan Presiden RI sebesar 26 persen dengan upaya sendiri, dan sampai 41 persen dengan bantuan internasional.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s