Kaskus Larang Penjualan Online Satwa Dilindungi

Kaskus akhirnya melarang iklan jual beli satwa dilindungi di situs jual beli milik mereka. Pelarangan tersebut menyusul setelah TokoBagus.com melakukan langkah serupa, setahun yang lalu. “Pengelola Kaskus telah menghapus iklan yang menawarkan satwa dilindungi seperti yang dilaporkan Profauna di awal September 2013 lalu,” ujar Bomie, Community Project Manager Kaskus, Kamis (19/9/2013).

Sebelumnya Profauna melayangkan surat keberatan, mengenai masih terjadinya aksi jual beli satwa dilindungi, pada situs jual beli milik Kaskus. Menurut penelusuran Profauna tercatat sepanjang April hingga Kamis (5/9/2013), ada 28 iklan penjualan satwa dilindungi. Satwa yang paling banyak di jual dalam situs Kaskus adalah kukang, elang brontok, kakak tua jambul kuning, kera tidak berekor atau kera kalawet dan tringgiling. Harga bervariasi antara Rp 125 ribu hingga diatas Rp 2 juta.

Profauna sendiri sudah beberapa kali berkirim surat ke situs Kaskus, namun belum ada respon.

“Belum ada respon dan ini surat kesekian kalinya yang kami kirim. Diharapkan ada respon positif, sebelum Profauna mengambil langkah-langkah labih lanjut lagi, Salah satunya langkah hukum sudah jelas dalam undang-undang no 5 tahun 90,” tegas Rosek Nursahid, Ketua Profauna.

Sebelumnya Profauna juga pernah menegur tokobagus.com, dan berniaga.com. Kedua situs tersebut sudah sepakat dengan Profauna untuk tidak menjual satwa dilindungi. Rosek juga menambahkan pengawasan dari Kemeninfo juga masih minim, padahal Kemeninfo sudah sepakat dengan Profauna untuk memblokir perdagangan satwa secara online.

Irma Hermawati, advokat ProFauna, menyambut baik langkah bijak yang diambil oleh Kaskus tersebut. “ProFauna mengucapkan terima kasih ke Kaskus yang telah merespon positif seruan ProFauna itu, namun kedepannya kami juga berharap pengelola Kaskus bisa lebih proaktif untuk memblokir iklan yang berkaitan dengan perdagangan satwa langka, tidak harus menunggu adanya laporan dari masyarakat”, kata Irma.

Jual beli satwa dilindungi ini jelas melanggar undang-undang 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya. Perdagangan satwa yang dilindungi dilarang pidana 5 tahun penjara dan denda 100 juta rupiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s