Penyusutan Lapisan Salju Bukan Omong Kosong

Lumernya es akibat pemanasan global makin terbukti. Salah satu hasil pelumeran yang paling fantastis merupakan daratan Kutub Utara yang kini disinyalir menjadi danau.

Bukan berita unik, bahwa ada es meleleh karena panas. Tapi hal tersebut menjadi masalah kalau lapisan es yang berada di kutub, atau di puncak-puncak bersalju terus berkurang lantaran pemanasan global. Repotnya kalau es yang berubah menjadi air tersebut makin memenuhi Bumi, sehingga benar kalau permukaan laut makin meninggi akan menenggelamkan lokasi-lokasi padat penduduk di pinggir pantai.

Salah satu hasil pantauan terbaru mengenai penyusutan es, merupakan hasil laporan North Pole Environmental Observatory. Melalui tayangan rekam jejak pantauan salju, yang mereka tanam di Kutub Utara, hingga akhir Juli 2013 lalu mereka menyebarkan data yang mencengangkan. Lapisan salju di Kutub Utara terus berganti, bahkan berubah menjadi danau besar.

Banyak pihak yang mengklaim kondisi tersebut lantaran makin panasnya bumi. Namun, beberapa pihak lain memperkirakan, melelehnya lapisan salju di Kutub Utara terjadi karena perpindahan arus panas laut. Peneliti dari Universitas Texas, Clark Wilson menyatakan, kedua penyebab tersebut memiliki kontribusi terhadap pelelehan lapisan es di Kutub Utara.

“Kedua hal tersebut masing-masing memiliki kontribusi, namun sekarang kita dapat mengatakan pelelehan lapisan salju di Greenland (bagian kutub utara-red) memang benar terjadi,” ucap Wilson kepada NBC News.

Penyusutan lapisan salju sebenarnya tak hanya terjadi di bagian kutub. Pada puncak-puncak gunung, kondisi penyusutan salju terjadi lebih mengenaskan. Beberapa catatan penyusutan salju terjadi dipuncak gunung yang berada di daerah tropis, seperti Gunung Kilimanjaro di Afrika, Pegunungan Andes di Bolivia dan Peru, serta Pegunungan Tengah Papua di Indonesia.

Lapisan salju atau glasier di Pegunungan Andes di Bolivia dan Peru, diperkirakan terus menyusut sampai 40 meter dari tahun 1970 lalu. Demikian dipaparkan tim peneliti dalam jurnal The Cryosphere, edisi bulan Januari 2013.

“Pada kenyataannya, hilangnya lapisan salju memang memiliki kaitan dengan makin tingginya temperatur suatu tempat. Seperti pada penelitian di kawasan Pegunungan Andes, kenaikan temperatur terjadi 0,7 derajat Celcius dalam 50 tahun terakhir ini,” kata penulis utama laporan penelitian tersebut, Antonie Rabatel.

“Diperkirakan salju yang ada sekarang sudah menyusut hingga 40 meter dari sebelumnya,” tambah Rabatel, yang berasal dari Laboratorium Glasiologi dan Geofisik Lingkungan di Prancis.

Menyusul perkiraan tersebut maka dapat dikhawatirkan sebelum dekade ini berakhir, seluruh lapisan salju di Pegunungan Andes akan menghilang.

Lebih Dahulu
Tak hanya Pegunungan Andes, puncak salju di Gunung Kilimanjaro Afrika bahkan diperkirakan akan lebih dahulu hilang lapisan saljunya. Pada foto-foto yang dikeluarkan 110 tahun oleh para pendaki Italia, memperlihatkan atap-atap spektakular glasier gunung tertinggi di Afrika tersebut. Paling tidak menurut catatan perjalanan ekspedisi ini, sekitar tiga mil jauhnya lapisan es di permukaan puncak tersebut.

Kemudian, pada penjelasan di makalah sains keluaran Majugu dan Inggris, bulan Mei lalu, diperkirakan salju hanya tersisa 2,5 mil persegi di kitaran puncak. Diperkirakan terus menyusut paling tidak setengahnya per tahun.

Di Gunung Kenya, cairnya permukaan salju juga tak terelakkan. Berdasarkan penelitian intensif yang dilakukan Universitas Winconsin sejak tahun 1971, menunjukkan penurunan diameter lebar salju mencapai 400 acre. “Ini pegunungan es yang akan tiada,” ucap Stefan Hastenrath dari Universitas Winconsin, mengenai hal ini.

Di Indonesia, lapisan salju satu-satunya terdapat di puncak Pegunungan Tengah Papua. Dalam penelusuran Greenpeace yang melakukan pemotretan dan penerbangan melintas puncak pegunungan tersebut pada Juli 2013 lalu, terlihat fenomena penyusutan lapisan salju bukan omong kosong belaka.

Dodo Gunawan, dari Badan Klimatologi Meteorologi dan Geofisika (BMKG) yang pernah melakukan penelitian inti salju di pegunungan tersebut tahun 2010, tercengang dengan hasil foto yang dibawa Greenpeace. Menurutnya penyusutan dipuncak salju Pegunungan Tengah sangat drastis sekali.

Salju di Puncak Jaya Papua itu sekarang diperkirakan hanya tersisa sedikit sekali. Total luasnya diperkirakan hanya sekitar 1,7 kilometer persegi. Total luasan tersebut tak jauh berbeda dengan salju di puncak Kilimanjaro Afrika, yang kini juga makin menipis hingga hanya 1,8 kilometer persegi. Diperkirakan sebelum dekade ini berakhir, salju di Pegunungan Papua akan habis total.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s