Kebakaran Hutan Rusak 140 Ribu Ha Lahan

Sebuah penelitian yang dikeluarkan Pusat Penelitian Hutan Internasional (Center for International Forestry Research/Cifor), akhir pekan pertama Agustus 2013 lalu, menemukan setidaknya 140 ribu hektare (ha) lahan terbakar di Riau, selama bulan Juni 2013. “Industri minyak sawit dan perkebunan akasia bertanggung jawab terhadap 21 persen area terbakar tersebut,” papar David Gaveau, peneliti Cifor yang bertanggung jawab dalam masalah ini.

Menurut Gaveau untuk mendefinisikan batas perkebunan minyak sawit dan akasia, mereka menggunakan analisa citra satelit landsat. Analisa dilakukan saat sebelum kebakaran, tanggal 22 April 2013, hingga saat kebakaran terjadi sekitar tanggal 25 Juni 2013.

Dari hasil analisa pada lahan seluas 3,5 juta ha, ditemukan luas kebakaran setidaknya mencapai 140 ribu ha. Uniknya dari temuan tersebut, hampir 21 persen titik api berada diperkebunan sawit dan akasia.

“Data-data ini menunjukkan bahwa walaupun jumlah besar api terjadi di luar perkebunan mirip-persegi yang menjadi ciri perkebunan industri minyak sawit dan akasia sebanyak 79 persen, proporsi signifikan terjadi di dalam perkebunan industri minyak sawit dan akasia sebanyak 21 persen,” urai Gaveau.

Secara umum, menurut penilaian Cifor, seluas 109.384 ha milik perkebunan besar dan kecil teridentifikasi terbakar. Sementara 13.822 ha lahan terbakar milik perkebunan industri. Seluas 15.229 ha lahan terbakar milk perusahaan sawit. Teridentifikasi juga lahan perkotaan yang terbakar seluas 3 ha, dan lahan milik pertambangan minyak dan gas seluas 15 ha.

Muhammad Agus Salim, peneliti Cifor yang lain menambahkan hanya 4 persen wilayah terbakar meliputi hutan alam.

“Analisis tutupan vegetasi kami sebelum kebakaran mengungkap hanya 4 persen area terbakar, atau seluas 14.000 ha meliputi hutan alam pada dua bulan sebelum kebakaran,” ujar Agus.

Namun Agus agak tak yakin bahwa daerah tersebut masih dapat disebut hutan alam, mengingat, akhir-akhir ini terjadi deforestasi didaerah tersebut. Naun secara analisa peta, daerah tersebut masih memiliki tutupan vegetasi didominasi oleh vegetasi rendah dan tanah terbuka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s