Menyusuri Jejak Awal Perahu Karet

Banyak orang bilang, perahu karet atau rubber boat mulai digunakan untuk arung jeram setelah perang dunia II usai. Padahal sebenarnya, penggunaan pertama perahu karet untuk menyusuri sungai, pernah dilakukan 100 tahun sebelumnya.

Sejarah itu terbukti dengan catatan perjalanan yang dilakukan John C Fremont, di sungai sekitar daratan Amerika bagian barat. Catatan perjalanan tersebut, diperkirakan terjadi antara tahun 1842 – 1843. Dimana saat itu demam pencarian lokasi penggalian emas sedang melanda.

John C. Freemont

Fremont sendiri dikenal sebagai seorang anggota militer, penjelajah, politikus dan pembuat peta. Banyak peta buatannya meliputi wilayah bagian barat Amerika Serikat sekarang. Menurut informasi, Fremont sering menggunakan nama samaran “The Pathfinder” pada kotak nama pembuat peta yang dibuatnya.

Keluasan pandangan Fremont pada daerah barat Amerika, kemudian melahirkan banyak ide baru untuk dilakukan. Salah satunya merupakan perjalanan ekspedisi menyusuri beberapa sungai di barat Amerika, pada tahun 1842.

Dalam perjalanan eksplorasi tersebut, ia memiliki ide inovatif untuk mengarungi sungai dengan menggunakan perahu karet. Meskipun itu dianggap ide sinting pada masa itu, pada akhirnya Fremont menemukan juga sebuah perahu angin tentara atau disebut floater. Menurut catatan di buku log perjalanan Fremont, perahu angin dibeli dari perusahaan New Jersey Inventor, yang dibelinya dengan harga US$ 150. Selain itu ia juga membeli perangkat perawatan perahu, yang berisi dua pelapis karet penambal seharga US$ 19,99 per buah dan dua kaleng lem seharga US$ 50 sen per kaleng.

Sulit menggambarkan bentuk perahu karet pertama tersebut. Namun setidaknya dijelaskan perahu tersebut memiliki panjang setidaknya enam meter, dan lebar satu setengah meter. Dicatat juga kalau perahu tersebut memiliki empat rongga udara.

Sungai pertama yang dituruni perahu karet tersebut merupakan Kansas. Menurut catatan Fremont, dalam percobaan pertama tersebut ia mencoba menambah beban ideal perahu, menjadi dua kali lipat. Hasilnya perahu terbalik, dan menumpahkan seluruh isi perahu. Banyak catatan kehilangan yang diungkap Fremont, termasuk logistik berupa gula dan kopi.

Percobaan berikutnya dilakukan di sungai Sweetwater, yang berada di bagian utara Wyoming. Kali ini Fremont  yang makin berpengalaman, mengurangi jumlah beban di perahunya. Banyak logistik yang tidak dibawa, namun perangkat geologis dan pembuatan peta dibawa semua. Perjalanan di sungai tersebut kemudian berjalan mulus. Dalam catatannya mengenai jeram besar pertama yang dilewati dengan menggunakan perahu karet, Fremont menyatakan perasaan puas. Menurutnya bila melewati jeram tersebut dengan menggunakan perahu kayu biasa, pasti akan hancur berkeping-keping. Tapi dengan menggunakan perahu karet semua halangan di jeram tersebut bisa dilewati dengan baik. “Kami sangat tercerahkan dengan performa yang dihasilkan perahu karet, dan sangat percaya dengan kekuatannya, dimana kami tak akan pernah merasa cemas bahkan saat harus melewati patahan sungai setinggi 10 kaki (setidaknya tiga meter – red) bersamanya,” tutur Fremont pada catatan perjalanan yang dibuatnya.

Rasa puas itu ternyata tak bertahan lama. Setelah melewati jeram pertama dengan memuaskan, di jeram kedua perahu tercatat terbalik dan menumpahkan awak serta peralatan didalamnya. Upaya mereka untuk mengamankan peralatan dianggap tak sukses.

“Arus sungai dipenuhi buku-buku dan kotak-kotak penyimpan yang mengambang, selimut basah dan pakaian cadangan yang koyak,” urai Fremont kemudian dicatatannya.

Fatalnya alat-alat membuat peta seperti Chronometer, jurnal dan spesimen biologi hilang, tenggelam ke dasar sungai. Untungnya keseluruhan awak masih selamat. Dua orang yang berhasil naik ke atas perahu terbalik, kemudian mencoba mendayung perahu ke pinggir sungai dan menyelamatkan barang-barang.

Di jeram berikutnya, kondisi perahu karet sudah tidak bisa diandalkan lagi. Tercatat hanya tersisa satu rongga tabung udara yang masih normal. Kondisi tersebut memaksa Fremont mengakhiri misi ekspedisinya di sungai-sungai bagian barat Amerika, saat itu.

Namun apapun kejadiannya, Fremont seharusnya tercatat sebagai orang pertama yang menggunakan perahu karet untuk mengarungi sungai. Catatan perjalanan Fremont kemudian juga dipublikasikan oleh Majalah New Scientist, pada bulan November 2004 lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s