KPK Butuh Penyidik Independen

Menyikapi masalah pengembalian beberapa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepada instusi asalnya, lantaran terindikasi menurunkan independensi, disebut beberapa pihak sebagai upaya yang tidak menyentuh substansi masalah. KPK memerlukan pilihan penyidik yang lebih terbuka dan dari kalangan independen diluar instansi pemerintah.

“Saat ini tak banyak pilihan bagi KPK untuk penyidik yang bisa diandalkan, kebanyakan dari kalangan pemerintah yang sangat mungkin mengenal satu sama lain, sehingga independensi KPK dianggap menurun,” tutur Adnan Topan Husodo dari Indonesia Corruption Watch (ICW), Kamis (15/3/2012) di Jakarta.

Menurut Topan, sudah seharusnya KPK membuka pilihan penyidik yang lebih terbuka. Terutama untuk penyidik dari instansi lain, selain Kejaksaan dan Kepolisian. Pilihan lain bisa datang dari penyidik di kalangan petugas pajak, militer, atau Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Bahkan kalau perlu KPK harus membuka pilihan penyidik dari kalangan independen di luar instansi pemerintah. Dengan demikian akan diperoleh penyidik yang memang benar-benar bisa diandalkan,” tambah Topan.

Johan Budi, juru bicara KPK sebelumnya menyatakan mengembalikan mantan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal (Pol) Yurod Saleh ke Polri. Pengembalian Yurod dilakukan demi menjaga independensi. Yurod dinilai terlalu dekat dengan Muhammad Nazaruddin, terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet SEA Games 2011.

Pada 12 Desember 2011 lalu, KPK mengembalikan Komisaris Raden Brotoseno ke Mabes Polri. Perwira ini diduga memiliki hubungan asmara dengan Angelina, yang sedang diusut keterlibatannya dalam kasus suap proyek Wisma Atlet.

“Pengembalian penyidik itu sudah ada dari KPK periode pertama. Tapi untuk kepemimpinan pak Abraham Samad baru ada 3 orang penyidik. 1 orang dikembalikan, dan 2 penyidik lagi memang permintaan istitusinya,” ujar Johan pada kesempatan berbeda.

Alasan pengembalian, lanjut Johan itu didasari berbagai hal. Misalnya, karena kontrak habis, ditarik lantaran ada promosi di institusi asalnya, atau KPK menghindari conflict of interest.

Sementara mengenai perpecahan yang terjadi di KPK, karena kasus pengembalian bebeberapa penyidik tersebut, Ketua KPK Abraham Samad  menyatakan saat ini kondisi KPK tetap solid dan berkomitmen untuk memberantas semua masalah korupsi di Indonesia saat ini.

“Diharapkan dalam waktu dua bulan ke depan, roadmap KPK direncanakan akan selesai dan disosialisasikan,” kata Samad, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (15/3/2012) sore.

Dalam konferensi tersebut, Ketua KPK didampingi pimpinan lainnya seperti Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, Zulkarnaen, dan Adnan Pandu, serta juru bicara KPK Johan Budi SP.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s