Tak Ada Bukti Kehidupan di Asteroid

Hasil program luar angkasa Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) melalui peluncuran satelit robotik bersandi Hayabusa ke benda angkasa asteroid, menunjukan tak adanya bukti kehidupan berupa unsur air dan hidrogen.

“Kesimpulan kami tak ada bukti mengenai unsur organik dari sampel batuan yang berhasil di ambil pada permukaan asteroid,” ujar Prof Tatsuaki Okada, peneliti pada program Hayabusa, Senin (16/1/2012) di Jakarta.

Hingga kini unsur didalam batuan asteroid tersebut terus dipelajari, karena diasumsikan mengandung zat yang tak pernah ada di bumi.

Sementara mengenai kemungkinan manusia hidup di asteroid menurut Okada teramat sulit bisa diwujudkan. Mnengingat sulitnya pengalaman dari satelit robotik Hayabusa untuk mendarat di permukaan asteroid.

“Kami tak memiliki waktu lama untuk mendarat, karena permukaan asteroid memiliki guncangan hebat yang konstan,” papar Akoda lagi.

Sebelum mendarat satelit Hayabusa harus mengidentifikasi dahulu bagian yang paling aman untuk pendaratan, dan segera melakukan pengambilan sampel melalui sistem robotik yang dikontrol dari bumi. Namun aral yang lebih sulit ada saat perangkat tersebut pergi dari asteroid, karena dikatakan memiliki tekanan yang lebih berat dari gravitasi bumi.

Hayabusa sendiri merupakan perangkat luar angkasa buatan Jepang yang diluncurkan dengan tanpa awak. Tugas utamanya melakukan pengambilan sampel batuan pada asteroid dan membawa pulang ke bumi. Untuk mencapai asteroid yang dituju, pihak JAXA setidaknya membutuhkan waktu lima bulan lamanya.

“Ini merupakan misi pertamakali perangkat buatan manusia ke asteroid dan mengambil sampel batuan dari sana,” tambah Okada lagi.

Sementara itu Prof Masanobu Shimada sebagai manajer kepala peneliti dari program JAXA menyatakan kalau diseminasi program Hayabusa merupakan penggambaran visi JAXA dimasa depan. Dimana teknologi remote sensing dan perangkat luar angkasa akan dilakukan tanpa awak.

Pengalaman pada pengambilan sampel di asteroid menunjukan kemampuan teknologi negeri Jepang  yang berkembang pesat. Menurutnya teknologi remote sensing tersebut bisa juga dipergunakan untuk penelitian dalam bisang populasi, penggunaan lahan dan bencana di Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s