Memilih Bank Selamatkan Lingkungan

Apakah benar bank tempat kita menyimpan uang juga turut melestarikan lingkungan? Atau justru  malah turut merusaknya.

Coba bayangkan kita sedang berada dalam cuaca ekstrem yang sekarang  kerap terjadi, apakah uang yang kita simpan di bank turut membantu terjadinya cuaca tersebut? Bisa saja terjadi, bila uang kita itu disalurkan untuk membiayai proyek pertambangan batubara, yang jelas  mengakibatkan perubahan iklim, karena menyebabkan tingginya angka karbondioksida di udara.

Dan itu memang benar terbukti, karena menurut sebuah laporan bertajuk ‘Bankrolling Climate Change’,  yang disebarluaskan selama Konferensi antar bangsa mengenai perubahan iklim di Durban Afrika Selatan tahun 2011 lalu, disebutkan 20 bank terbesar di dunia ini turut bertanggung jawab terhadap  75% emisi dari industri batubara, dimana bank-bank tersebut terbukti memberikan bantuan keuangan didalamnya.

Jadi yang harus dipahami lebih dahulu, mengenai sebuah bank yang hijau adalah etika bank tersebut terhadap visi lingkungan. Tak bisa sebuah bank menganggap diri sebagai pemerhati lingkungan bila hanya melaksanakan program menanam pohon atau menghemat  kertas di kantor. Karena logikanya, sebuah bank bisa berbuat lebih baik untuk lingkungan dari sekedar menghemat air atau listrik, yaitu dengan menutup keran  pendanaan pada industri besar yang terbukti turut merusak lingkungan.

Sebagai calon nasabah yang peduli lingkungan, bisa juga menyakan hal tersebut pada bank tempat kita menyimpan uang. Untuk apa bank tersebut mengalihkan dana yang  mereka miliki? Apakah untuk membiayai perusahaan-perusahaan yang tak ramah lingkungan?

Bisa saja beberapa  jawaban pengalih diberikan pihak bank, dengan alasan produk batubara yang lebih ramah terhadap lingkungan, seperti batubara cair atau program pengurangan emisi karbondioksida seperti carbon  capture and sequestration (CCS). Sebagai calon nasabah, kita bisa lebih kritis karena batubara cair atau CCS belum pernah ada buktinya bahkan sampai saat tulisan ini dibuat.

Selain menilai produk investasi bank, ukuran memilih bank hijau termasuk program-program bank tersebut dalam  memangkas pemakaian energi. Mengingat pemakaian energi saat ini menduduki peringkat pertama penyebab perubahan iklim. Apakah bank tersebut memakai sumber energi yang berasal dari alam dan merupakan kategori terbarukan?

Atau bisa juga dicaritahu, bila bank tersebut memiliki program yang bertujuan mengurangi pemakaian energi. Seperti kewajiban mematikan komputer atau lampu, bila  sudah tak terpakai.

Namun sekali lagi harus diingat, sebuah bank yang dianggap peduli lingkungan, bukan jenis bank yang dipenuhi jargon peduli lingkungan di setiap stiker, kalender,  pernak-pernik, siaran media, dan brosur-brosur yang dibuat. Tapi kesadaran tertinggi pada usaha terbesar yang bisa dilakukan sebuah institusi, menjadi nilai tertinggi  yang akan dihargai konsumen perusahaan tersebut. (sulung prasetyo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s